Kumparan Logo

4 Prosedur Medis untuk Menginduksi Persalinan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi setelah diinduksi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alami kontraksi setelah diinduksi. Foto: Shutterstock

Beberapa ibu hamil mungkin perlu melakukan induksi untuk mempercepat proses persalinan. Mengutip Verywell Family, induksi adalah proses merangsang kontraksi rahim sebelum ibu melahirkan secara alami. Proses ini biasanya dianjurkan bila kesehatan ibu atau bayi memiliki risiko infeksi dan kondisi medis lain, seperti preeklamsia, kadar cairan ketuban rendah, dan masalah lainnya.

Banyak dokter yang merekomendasikan induksi jika kehamilan melampaui 41 atau 42 minggu karena plasenta menjadi kurang efisien dalam menjaga janin. Tak sedikit pula dokter yang menyarankan ibu untuk melakukan induksi persalinan saat usia kehamilan sudah memasuki 39 minggu karena penelitian menunjukkan bahwa janin yang lahir memiliki kondisi yang paling sehat.

Ada empat cara medis yang dapat dilakukan untuk menginduksi persalinan. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Medis untuk Menginduksi Persalinan

Ilustrasi induksi persalinan. Foto: christinarosepix/Shutterstock

1. Sapu Membran

Penyapuan atau pengupasan selaput membran adalah proses ketika dokter dengan lembut memisahkan selaput ketuban dari serviks untuk merangsang pelepasan prostaglandin, hormon yang penting untuk mempersiapkan serviks dalam proses melahirkan.

“Menyapu membran dilakukan di rumah sakit setelah 38 minggu. Mungkin ada pendarahan ringan dari serviks dan terkadang air ketuban Anda pecah,” ungkap Meleen Chuang, MD., Direktur Medis Kesehatan Wanita di Pusat Kesehatan Keluarga di NYU Langone.

2. Amniotomi

Kebanyakan orang akan melahirkan dalam beberapa jam setelah ketuban pecah. Dengan memecahkan kantung ini secara artifisial, dokter dapat memancing kontraksi yang belum dimulai atau terhenti. Untuk melakukan amniotomi, dokter akan menggunakan alat khusus untuk membuat lubang di kantung ketuban. Terkadang, obat-obatan digunakan bersama dengan prosedur ini untuk menggerakkan persalinan.

3. Kateter Balon

Ilustrasi ibu hamil melakukan induksi persalinan. Foto: Thinkstock

Kateter balon atau foley bulb adalah prosedur induksi ketika kateter ditempatkan dan digembungkan dengan air steril di atas serviks di dalam rahim. Kateter berbentuk balon tersebut secara mekanis dapat melebarkan serviks.

Menurut dr. Chuang, induksi dengan kateter balon tidak membutuhkan obat-obatan. Jika digunakan bersama obat-obatan, kateter balon dapat meningkatkan kemungkinan melahirkan dalam waktu 24 jam. Namun, prosedurnya mungkin membuat ibu merasa tidak nyaman.

4. Pitocin atau Oksitosin IV Infus

Menurut dr. Chuang, infus pitocin dan oksitosin diberikan di rumah sakit dengan pengawasan medis yang ketat untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi. Sementara itu, menurut Juan C. Sanchez, MD., dokter kandungan di Pusat Kesehatan Keluarga di NYU Langone, Amerika Serikat, prosedur ini perlu disesuaikan dengan pola kontraksi dan perubahan denyut jantung janin.

“Dosis obat terus disesuaikan untuk mencapai pola kontraksi yang memadai, perubahan denyut jantung janin terus dipantau untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi. Jika kontraksi tidak ditoleransi dengan baik oleh bayi, ini akan membatasi kemampuan untuk memberikan oksitosin,” ungkap dr. Sanchez.

kumparan post embed