Kumparan Logo

5 Cara Melatih Kesabaran Anak dengan Mudah dan Menyenangkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Melatih Kesabaran Anak. Foto: Butsaya/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Melatih Kesabaran Anak. Foto: Butsaya/Shutterstock

Saat anak diminta menunggu sesuatu, biasanya mereka sulit bersabar atau bersikap tenang. Sebenarnya, sikap tersebut dapat dipahami karena mereka hidup di era serba cepat seperti saat ini.

Anak sudah terbiasa mendapatkan segala sesuatu dengan mudah, apalagi jika mereka terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Jadi, tak perlu heran jika anak mudah kesal saat tidak bisa mendapatkan sesuatu dalam waktu cepat.

Menurut Mental Health Center Kids, sikap tidak sabaran pada anak harus segera diatasi karena tak semua hal bisa mereka dapatkan dengan cepat di dunia ini. Jika bingung harus mulai dari mana, simak cara melatih kesabaran anak di bawah ini, Moms.

Cara Melatih Kesabaran Anak

Ilustrasi Melatih Kesabaran Anak. Foto: polkadot_photo/Shutterstock

Anak bisa dilatih bersabar dengan beberapa kegiatan tertentu. Berikut beberapa di antaranya menurut laman Mental Health Center Kids dan Connected Families.

1. Bermain secara bergiliran

Bermain secara bergiliran akan membantu anak-anak memahami bahwa terkadang rasanya menyenangkan saat menunggu sesuatu. Contohnya, Anda memainkan video game terlebih dahulu. Kemudian saat kalah, serahkan permainan itu kepada si kecil.

Selain melatih kesabaran, permainan ini juga akan membuat anak-anak terbiasa bersenang-senang dengan orang lain. Mereka juga jadi lebih tenang saat melihat orang lain senang, sementara dirinya masih menunggu.

2. Bermain sendok dan kelereng

Permainan sendok dan kelereng yang biasa dilombakan saat 17 Agustus juga bagus untuk melatih kesabaran si kecil. Minta mereka menjepit sendok dengan bibirnya, lalu letakkan kelereng di atas sendok.

Setelah itu, anak harus berjalan menuju garis finish tanpa menjatuhkan kelereng. Setelah berhasil tiba di garis akhir, tanyakan pada anak apa yang mereka rasakan saat berjalan perlahan demi menjaga kelereng tidak jatuh. Bantu mereka memahami bahwa itulah konsep kesabaran.

3. Menampung air hujan

Anak-anak sangat suka bermain di bawah hujan. Nah, daripada aktivitas ini dijadikan sebagai permainan belaka, sebaiknya manfaatkan untuk mengajarkan kesabaran pada si kecil.

Berikan ember kecil pada anak lalu minta mereka menunggu hingga ember itu terisi penuh oleh air hujan. Mereka mungkin akan gelisah pada awalnya, tapi latih anak untuk terus melakukan hal ini sampai akhirnya mereka terbiasa sabar.

4. Puzzle gambar

Ilustrasi permainan puzzle Foto: Shutterstock

Menyelesaikan puzzle gambar mungkin akan membuat anak frustrasi pada awalnya. Tetapi permainan ini sangat bagus untuk meningkatkan fokus, konsentrasi, dan kesabaran anak.

Butuh waktu untuk menemukan potongan puzzle yang tepat, mencari tahu di mana letaknya, hingga akhirnya menyelesaikan gambar secara keseluruhan. Mulailah dengan memberi puzzle kecil terlebih dahulu. Kemudian berikan puzzle dengan potongan yang lebih banyak jika mereka sudah mulai menguasainya.

5. Jadilah teladan untuk anak

Teladan dari orang tua adalah bentuk latihan yang sangat efektif untuk membentuk kebiasaan sabar pada anak. Jika Anda termasuk orang tua yang selalu kesal saat harus mengantre, atau marah-marah ketika tidak mendapatkan hal yang diinginkan, jangan heran jika si kecil tidak bisa menjadi pribadi yang sabar.

Berilah contoh sabar pada anak. Misalnya, saat Anda harus mengantre di restoran, jangan menunjukkan wajah kesal. Sebaliknya, jelaskan pada anak bahwa budaya mengantre ini bagus untuk menciptakan keteraturan di masyarakat.

Baca Juga: Anak Sulit Konsentrasi? Pahami Beberapa Penyebabnya