Kumparan Logo

5 Fakta Seputar Let-Down Reflex atau LDR yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Fakta Seputar Let-Down Reflex atau LDR yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
5 Fakta Seputar Let-Down Reflex atau LDR yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui Foto: Freepik

Banyak istilah-istilah seputar ASI dan menyusui yang perlu Anda ketahui dan pahami. Ya Moms, salah satunya adalah LDR atau Let-Down Reflex, yakni refleks keluarnya ASI dari payudara.

Umumnya, LDR terjadi akibat saraf dalam payudara terstimulasi oleh isapan bayi maupun pompa ASI. Alhasil, menghasilkan hormon prolaktin dan oksitosin yang kemudian dilepaskan melalui aliran darah ibu.

kumparan post embed

Prolaktin bereaksi terhadap jaringan penghasil ASI (produksi), sementara oksitosin berfungsi mendorong otot-otot kecil sekitar sel penghasil ASI berkontraksi, hingga mendorong ASI keluar (let-down). Lalu apalagi yang perlu diketahui soal LDR? Berikut fakta-faktanya.

Beberapa Fakta Seputar LDR yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui

5 Fakta Seputar Let-Down Reflex atau LDR yang Perlu Dipahami Ibu Menyusui Foto: Freepik

1. Ciri-ciri terjadinya LDR

Saat mengalami kondisi LDR, ibu menyusui akan merasakan sensasi geli (tingling), kram pada bagian rahim sampai minggu-minggu pertama menyusui, payudara terasa penuh dan kadang benjol, kesemutan dan panas di payudara.

Selain itu bila Anda menemukan ASI merembes ke baju, serta bayi menyusu secara aktif ditandai dengan perubahan irama isapan bayi dari cepat namun dangkal ke isapan dalam dan lambat, artinya Anda juga sedang berada dalam kondisi LDR.

kumparan post embed

2. LDR dapat terjadi berkali-kali

LDR dapat terjadi lebih dari satu kali dalam satu kali menyusui. Meskipun, hanya dalam durasi singkat namun menjamin cukup ASI bagi bayi. Agar LDR saat menyusui dapat berjalan baik, Anda bisa melakukan pijatan pada payudara. Pijat payudara membentuk huruf C dan pijat ke arah puting dengan menggulung, dan tetap rileks serta positif thinking saat sedang menyusui.

Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

3. Stimulasi LDR pada ibu berbeda-beda

Lamanya stimulasi dan refleks LDR pada tiap ibu berbeda-beda, biasanya hanya dalam waktu hitungan detik hingga menit saja. Meski begitu ada pula ibu yang tidak mengalami LDR.

4. LDR bisa terjadi sebelum menyusui bayi

Mengutip Healthline, LDR juga dapat terjadi sebelum Anda menyusu. Beberapa ibu mungkin akan merasakan LDR saat bayinya menangis atau terlambat untuk disusui. Selain itu, memerah ASI juga dapat menyebabkan LDR yang disebut fase expressing.

5. Cara mendapatkan LDR

Beberapa ibu menyusui bisa sangat mudah mendapatkan LDR, tetapi beberapa di antaranya juga bisa jadi sulit untuk bisa merasakan LDR. Sehingga jika payudara sudah penuh dan tidak mendapatkan LDR, maka menyebabkan bengkak.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin mendapatkan LDR, seperti minum air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, mandi air hangat sebelum menyusui, melakukan skin to skin contact dengan bayi, dan juga memijat lembut payudara agar merangsang ASI keluar.

kumparan post embed