Kumparan Logo

5 Fakta soal Plasenta, Ibu Hamil Perlu Tahu!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Fakta soal Plasenta, Ibu Hamil Perlu Tahu! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
5 Fakta soal Plasenta, Ibu Hamil Perlu Tahu! Foto: Shutterstock

Plasenta merupakan organ vital selama kehamilan. Terbentuk sekitar satu minggu setelah pembuahan, plasenta akan terus bertumbuh seiring dengan perkembangan bayi di dalam kandungan.

Keberadaan plasenta sangat penting bagi ibu hamil dan janin. Sebab, plasenta memiliki banyak fungsi sebagai perantara ibu dan juga bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil juga perlu tahu fakta-fakta menarik soal organ yang sering disebut ari-ari ini.

Deretan Fakta soal Plasenta yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Ilustrasi plasenta pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Berbentuk seperti parasut

Dikutip dari Parent’s Guide to Cord Blood, plasenta memiliki bentuk seperti parasut dan berukuran kecil tapi kuat, juga merupakan organ yang mendukung tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Plasenta berukuran rata-rata 22 sentimeter, dengan tebal 2,5 sentimeter dan berat 400 gram.

Punya banyak fungsi

Bayi yang sedang berkembang di dalam rahim sangat bergantung pada nutrisi dan oksigen dari sang ibu. Nah, plasenta bertindak sebagai paru-paru bayi untuk memasok oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Plasenta juga mengirimkan nutrisi yang dikonsumsi ibu ke janin. Organ ini juga bertindak sebagai ginjal bayi untuk menyaring produk limbah dari aliran darah.

Bukan organ ibu

Faktanya, plasenta berkembang dari sel telur yang telah dibuahi. Itu artinya, sama seperti bayi, plasenta secara genetik setengah dari ibu dan setengah dari ayah. Plasenta mulai terbentuk tepat setelah telur yang dibuahi tertanam di dinding rahim sekitar 6-7 hari setelah pembuahan. Plasenta akan terus tumbuh bersama janin untuk memenuhi kebutuhannya yang terus bertambah.

Ilustrasi plasenta. Foto: Shutter Stock

Mediator kekebalan

Plasenta membantu sistem kekebalan ibu dan bayi untuk berkomunikasi satu sama lain tanpa ‘bertengkar’. Sepanjang kehamilan, plasenta bekerja untuk mencegah tubuh ibu mengenali bayi sebagai benda asing dan menyerangnya. Selama trimester ketiga , plasenta memungkinkan antibodi ibu mengalir ke bayi, memberi janin sistem kekebalan pemula, dan perlindungan ini bertahan hingga 6 bulan setelah lahir.

Merupakan kelenjar

Mengutip belly belly, selama kehamilan plasenta bertindak sebagai kelenjar untuk mengeluarkan hormon penting yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi, serta mempersiapkan tubuh ibu untuk menyusui. Beberapa hormon tersebut adalah estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin (hCG), hingga laktogen.

kumparan post embed