Kumparan Logo

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mencuci Baju Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Baju bayi Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Baju bayi Foto: Pixabay

Kulit bayi masih sangat sensitif, karena itu saat mencuci bajunya, Anda harus hati-hati agar tidak memicu timbulnya alergi pada kulit si kecil. Konsultan dermatologi, dr.Stephanie Ho dari Stepahnie Ho Dermatology, Singapura, mengatakan kepada laman Young Parents Singapore beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencuci baju bayi, seperti:

  1. Gunakan deterjen khusus

Mencuci baju bayi. Foto: Shutterstock

Sebaiknya gunakan deterjen khusus untuk bayi dengan formula hypoallergenic. Deterjen dan pelembut pakaian yang tidak akan menimbulkan iritasi atau alergi pada kulit bayi biasanya tidak mengandung pewangi atau pewarna.

  1. Mencuci baju bayi dengan baju orang dewasa

Saat mencuci baju bayi, sebenarnya tidak ada masalah bila Anda ingin mencampurnya dengan baju orang dewasa. Meski begitu pastikan bila deterjen yang Anda gunakan aman untuk kulit bayi. Bila tidak, maka sebaiknya pisahkan baju bayi dan cuci dengan deterjen khusus yang tidak mengandung pewangi, pemutih, dan bahan kimia lain yang dapat menyebabkan alergi atau iritasi kulit bayi.

  1. Cuci baju bayi yang baru dibeli

Mencuci baju bayi. Foto: Shutterstock

Saat membeli baju baru untuk bayi Anda, sebaiknya cuci terlebih dahulu sebelum digunakan. Mencuci baju bayi yang baru dibeli dapat mengurangi sisa-sisa bahan kimia yang menempel di baju.

  1. Tidak perlu mencuci baju hangat setiap hari

Bila Anda tinggal di tempat yang dingin, mungkin bayi Anda akan membutuhkan baju hangat atau sweater agar tidak merasa kedinginan. Perlukah mencuci baju hangat setiap hari? Menurut dr. Ho, bila baju hangat dipakai sebagai baju luar, maka tidak perlu dicuci setiap hari. Cucilah saat baju hangat basah karena keringat,sudah kotor, atau terkena asap.

  1. Kenali tanda masalah kulit karena deterjen

Ilustrasi kesehatan kulit bayi Foto: Shutterstock

Deterjen yang bukan ditujukkan untuk kulit sensitif atau khusus bayi dapat memicu masalah kulit berupa iritasi atau alergi. Iritasi pada kulit bayi ditandakan dengan munculnya ruam merah yang diiringi dengan rasa gatal. Bila pemakaian deterjen tidak dihentikan, kulit bayi akan menjadi kering dan pecah-pecah.

Sementara itu, alergi yang ditimbulkan karena deterjen sebenarnya sangat jarang. Tanda-tanda alergi deterjen biasanya muncul ruam yang berair dan muncul di tangan, kaki dan di lipatan-lipatan seperti belakang lutut dan siku.

embed from external kumparan