5 Hal yang Paling Sering Jadi Penyebab Balita Ngompol, Genetik Salah Satunya

Kebiasaan mengompol pada anak balita sebenarnya adalah sesuatu yang normal. Jadi, jangan cepat-cepat memarahi si kecil ya, Moms! Terlebih pada saat ini ia masih dalam tahap belajar dalam mengenali dan mengendalikan keinginan untuk buang air kecil saat tidur.
Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Bobby S. Dharmawan, Sp.A mengatakan, anak-anak di bawah 5 tahun umumnya masih normal mengalami ngompol pada malam hari. Sebab pada saat itu, sistem saraf pusat dan ototnya untuk berkemih belum sempurna dalam memberikan rangsangan atau sensasi agar memiliki keinginan untuk buang air kecil.
"Anak yang umurnya kurang dari 2 tahun itu belum sempurna (rangsangan buang air kecil), jadi wajar kalau masih sering mengompol. Nantinya ketika anak sudah berusia 4-6 tahun, di mana kemampuan kognitif dan saraf ototnya berkembang, kebiasaan mengompol pun akan mulai berkurang pada usia 3-4 tahun," kata dr. Bobby dalam dalam webinar yang diadakan oleh Official PrimaKu Channel, dalam rangka memperingati HUT Ikatan Dokter Anak Indonesia ke-66, beberapa waktu lalu.
Lantas, apa saja yang menjadi penyebab utama anak mengompol? Nah berikut ini adalah 5 hal yang menjadi faktor penyebab utama atau paling sering anak mengompol, menurut dr. Bobby.
1. Genetik
Ia mengatakan, orang tua harus mengingat-ingat lagi apakah ia memiliki riwayat mengompol sewaktu masih kecil atau tidak. Bila salah satu orang tua mempunyai riwayat mengompol, risiko anak mengompol jadi 50 persen. Sedangkan kalau kedua orang tuanya justru memiliki riwayat mengompol, risikonya sekitar 75 persen.
2. Fisiologis
Fisiologis atau faktor fisik pada anak bisa berpengaruh pada kemampuannya untuk berkemih, Moms. Misalnya dia memiliki penyakit diabetes atau kencing manis, biasanya ia akan lebih sering kencing bahkan mengompol pada malam hari.
"Lalu pada anak yang obesitas akan terganggu buang air kecilnya pada malam hari. Misalnya ingin bangun karena kandung kemih sudah penuh, tapi tidak bisa bangun, akhirnya jadi mengompol," kata dr. Bobby.
3. Perkembangan Anak Terlambat
Anak bisa buang air kecil sendiri umumnya dipengaruhi oleh sistem saraf pusat atau otak dan sistem saraf tepi yang saling berkoordinasi untuk membuat mekanisme rangsangan, sehingga anak punya keinginan untuk buang air kecil. Jika salah satunya terganggu, anak pun akan sulit untuk memiliki rangsangan tersebut, Moms.
"Gangguan kognitif pada anak dan retardasi mental bisa mempengaruhi kemampuan anak untuk buang air kecil pada malam hari," ujarnya.
4. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih pada anak tidak bisa dianggap sepele lho, Moms. Sebab infeksi ini bisa menyebabkan gagal ginjal pada anak. Ketika anak mengidap ini, umumnya dia menjadi malas berkemih sehingga kandung kemihnya sampai penuh lalu ngompol.
"Bisa juga karena anak tidak bisa menahan untuk berkemih, jadi waktu mau nahan pipis jadi sakit, akhirnya anak menjadi mengompol," kata dr. Bobby.
5. Faktor Sosial
Selain faktor perkembangan fisik anak balita yang bisa jadi penyebab si kecil mengompol, faktor sosial pun ternyata juga bisa menyebabkan anak mengalami hal tersebut. Misalnya ketika Anda terlalu memaksa si kecil untuk melakukan toilet training, bisa saja ia menjadi stres karena tidak bisa juga. Sedangkan untuk anak yang lebih besar biasanya disebabkan faktor lingkungan di sekolahnya.
"Anak bisa saja stres di sekolah atau menerima perilaku bullying. Jika anak ketahuan mengompol biasanya si kecil akan semakin stres dan memperburuk kondisinya. Oleh sebab itu, jangan langsung dimarahi," ucapnya.
Untuk batasannya sendiri, dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan ini menjelaskan bila anak perempuan di atas 5 tahun sudah mengompol lebih dari satu kali dalam seminggu, atau anak laki-laki di atas usia 6 tahun mengompol setidaknya lebih dari satu kali dalam seminggu itu tentu perlu diwaspadai, Moms.
Lantas, kapan anak harus dibawa ke dokter? Sebelum membawa ke dokter, orang tua harus memperhatikan frekuensi mengompol saat ia masih berusia 3-4 tahun. Sebab seharusnya pada usia itu anak bisa berhenti mengompol. Namun kalau tidak berhenti juga, Anda harus segera membawanya ke dokter.
