Kumparan Logo

5 Jenis Infeksi Kehamilan yang Bisa Sebabkan Cacat Lahir pada Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ayah menggendong bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayah menggendong bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Salah satunya menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari infeksi atau paparan virus. Ya Moms, sistem kekebalan tubuh wanita akan menurun selama kehamilan sehingga rentan mengalami berbagai jenis penyakit ataupun infeksi virus.

Umumnya, infeksi terjadi karena adanya virus atau bakteri yang menyerang salah satu jaringan tubuh. Jika tidak segera diatasi, maka infeksi dapat menimbulkan komplikasi dan bisa berpengaruh pada janin di dalam kandungan atau saat lahir.

Ilustrasi bayi baru lahir yang perlu perawatan khusus. Foto: Shutterstock

Mengutip Very Well Family, beberapa infeksi selama kehamilan bisa menyebabkan cacat lahir, gangguan tumbuh kembang, ataupun kelahiran prematur.

Nah Moms, berikut ini beberapa jenis infeksi yang bisa terjadi selama kehamilan, dan bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi yang perlu Anda waspadai.

Macam-macam Jenis Infeksi saat Hamil yang Bisa Sebabkan Cacat Lahir pada Bayi

Infeksi sitomegalovirus

Infeksi sitomegalovirus (CMV) adalah infeksi paling umum yang bisa terjadi pada ibu hamil. Infeksi ini seringkali disebut infeksi kongenital, dan menyebabkan masalah neurologis, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gangguan kecerdasan, dan gangguan perkembangan pada bayi baru lahir.

Sebagian besar infeksi CMV tidak menunjukkan gejala khas. Namun, beberapa gejala umum yang bisa terjadi, yaitu peradangan retina mata, kejang, muncul ruam saat lahir, pembesaran hati dan limpa, dan kulit menguning.

Infeksi virus rubella

Ilustrasi rubella pada ibu hamil. Foto: Thinkstock

Infeksi virus rubella selama kehamilan, terutama saat trimester pertama, merupakan salah satu gangguan yang sangat berisiko. Ya Moms, infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian janin. Jika bayi lahir hidup, infeksi virus rubella dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital, dan bisa menyebabkan cacat mata, telinga, gangguan jantung, autisme, keterlambatan mental dan motorik, hingga memiliki kepala yang lebih kecil.

Infeksi virus herpes

Ilustrasi ibu hamil terinfeksi herpes. Foto: Levent Konuk/Shutterstock

Sama seperti infeksi virus rubella, Infeksi virus herpes (HVS) selama kehamilan bisa menyebabkan risiko keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, mikrosefali atau ukuran kepala bayi lebih kecil, peradangan retina, ruam, dan hidrosefalus atau ukuran kepala bayi lebih besar.

Infeksi toksoplasmosis

Infeksi toksoplasmosis disebabkan oleh parasit protozoa toxoplasma gondii yang ditularkan melalui feses hewan kucing. Sumber lain dari parasit ini adalah daging mentah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makan makanan daging mentah, terutama saat hamil. Sebab, bakteri tersebut dapat ditularkan ke janin, sehingga bisa menyebabkan keguguran, lahir mati, cacat lahir, hidrosefalus, mikrosefali, hingga cacat intelektual.

Infeksi virus zika

Infeksi virus zika saat hamil umumnya disebabkan oleh nyamuk aedes yang sering muncul pada siang hari. Infeksi ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi. Sementara virus zika yang ditularkan dari ibu ke janin dapat menyebabkan cacat lahir, mikrosefali, dan kelainan otak.

kumparan post embed