5 Langkah Aman Simpan Makanan Bayi

Demi kesehatan dan keselamatan si kecil, Anda tentu ingin memberikan makanan terbaik yang penuh nutrisi. Apalagi kalau Anda bertekad memberikan si kecil Makanan Pendamping ASI (MPASI) rumahan alias membuat sendiri makanan untuk bayi di rumah. Niat dan usaha Anda itu, hebat lho!
Tapi selain cermat mengolah MPASI, Anda juga perlu teliti dalam menyimpannya lho, Moms. MPASI yang disimpan dengan cara yang tidak tepat, bisa membuat bayi Anda sakit! Tidak mau, dong?
Untuk itu, ikuti langkah-langkah aman menyimpan makanan bayi berikut ini:
1. Buat dalam jumlah banyak
Agar praktis dan tidak repot, buatlah MPASI atau makanan bayi sekaligus dalam jumlah banyak untuk Anda simpan di dalam freezer. Anda dapat membuat makanan dari bahan yang paling disukai bayi, untuk digunakan sebagai campuran dengan bahan makanan lainnya di kemudian hari.
Pastikan Anda menyimpan makanan di freezer hingga menjadi es dan freezer yang Anda gunakan suhunya minimal -18˚C ya, Moms. Dengan suhu ini, buah-buahan yang telah diblender halus dan dibekukan dalam bentuk es dapat bertahan hingga 2 bulan.

2. Simpan dalam satu porsi
Meski membuat dalam jumlah banyak, bekukan MPASI setiap satu porsi. Sesuaikan porsi dengan kebutuhan bayi Anda atau berapa banyak biasanya si kecil bisa menghabiskan makanannya.
Anda dapat menggunakan wadah penyimpanan MPASI khusus yang dijual di toko bayi, atau memanfaatkan wadah pembuatan es batu. Pilih wadah yang memiliki tutup atau tutupi wadah dengan plastik.
Dengan menyimpan MPASI perporsi, Anda dapat dengan mudah mengeluarkan makanan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan bayi saja. Ini penting karena makanan yang sudah keluar dari freezer atau dicairkan, sisanya tidak bisa diberikan lagi pada bayi.
3. Beri tanggal
Jangan lupa untuk memberi tanggal atau label pada setiap wadah. Anda dapat memberi label untuk menandai waktu penyimpanan maupun tanggal sesuai rencana kapan Anda hendak memberikan makanan tersebut kepada bayi.
Memberi tanggal juga akan membantu Anda membuat rencana pemberian MPASI yang lebih bervariasi pada bayi. Contohnya kalau Anda menyimpan beberapa jenis buah untuk diberikan berselang-seling pada bayi. Pepaya setiap hari Senin dan Selasa, apel untuk Rabu dan Kamis, dan buah yang lain lagi untuk Jumat, Sabtu dan Minggu mungkin? Beri saja label sesuai nama harinya.
Tidak hanya praktis, pola ini akan membuat bayi lebih mudah mengingat rasa satu makanan sekaligus tidak cepat bosan sehingga dapat manambah selera makannya.

4. Pilah-pilih yang bisa disimpan
Tidak semua makanan bayi bisa Anda simpan, Moms. Berapa lama satu bahan makanan dapat disimpanpun berbeda-beda.
Bubur susu dan nasi tim misalnya, karena rasanya dapat berubah tidak disarankan untuk dibekukan lebih dari seminggu. Sementara sayuran dan buah-buahan segar yang tidak dimasak bisa disimpan lebih lama. Anda dapat membaca panduan yang lebih lengkap di sini.
5. Pisahkan
Jangan satukan tempat makanan bayi yang dibekukan dengan makanan orang dewasa yang memiliki bau keras, apalagi dengan bahan makanan mentah seperti unggas, ikan dan daging mentah. Selain mengenai rasa dan aroma, ini penting untuk menghindari terjadi kontaminasi bakteri. Bila terpaksa tidak bisa memisahkannya, gunakan wadah tertutup.
