5 Manfaat Anak Bermain di Taman Hijau untuk Mental dan Fisiknya

11 Juli 2024 16:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bermain di alam. Foto: Rchat.photo gallery/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain di alam. Foto: Rchat.photo gallery/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ada banyak manfaat anak bermain di taman atau alam yang masih hijau, Moms. Mulai dari meningkatkan kesehatan fisik, mental, hingga akademisnya.
ADVERTISEMENT
Secara naluriah, manusia juga selalu tertarik pada alam. Hal ini disampaikan seorang ahli biologi Harvard University bernama Edward O. Wilson pada tahun 1980 melalui teori Biofilia miliknya, sebagaimana dikutip dari laman Child Mind Institute.
Ketertarikan alamiah ini sebaiknya dipenuhi para orang tua agar anak tidak terjebak dalam rutinitas main gadget seharian di rumah. Menurut World Humanitarian Movement (WOHM), bermain gadget berlebihan sangat tidak baik untuk kesehatan fisik maupun mental si kecil. Jadi, luangkan waktu Anda untuk mengajak anak tercinta bermain di alam secara rutin, Moms.

Manfaat Bermain di Taman dan Alam Terbuka untuk Anak

Ilustrasi anak bermain di taman. Foto: Shutterstock
Dalam laman Healthy Children dan Child Mind Institute disebutkan beragam manfaat jika anak dibiarkan bermain di taman yang penuh pepohonan atau tanaman hijau. Berikut rangkumannya untuk Anda, Moms.
ADVERTISEMENT

1. Meningkatkan Kebugaran Fisik

Menghabiskan waktu lebih banyak di alam terbuka dapat meningkatkan kemampuan motorik anak. Risiko obesitas serta miopia (rabun jauh) juga jadi lebih rendah.
Selain itu, ketika si kecil bermain di taman pada pagi hari, mereka akan mendapatkan sinar matahari yang bisa membantu tubuh memproduksi vitamin D. Hasilnya, tubuh anak jadi tetap sehat dan kuat.

2. Membangun Rasa Percaya Diri

Bermain di alam atau ruang terbuka memungkinkan anak untuk mengeksplorasi banyak hal. Mereka bisa melakukan apa saja, seperti berlari, memanjat, hingga berinteraksi dengan orang lain.
Membiarkan anak melakukan apa yang diinginkan berarti secara tidak langsung memercayai mereka. Dampaknya, si kecil juga turut percaya pada dirinya sendiri.

3. Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi

Pola bermain di alam yang tidak terstruktur memungkinkan anak-anak untuk berpikir lebih bebas, imajinatif, kreatif, serta kritis. Mereka bisa merancang aktivitas yang ingin dilakukan, atau berinteraksi dengan cara yang mereka sukai.
ADVERTISEMENT
Kemampuan berpikir yang unik ini nantinya akan membantu si kecil menyerap pelajaran dengan baik di sekolah. Jadi, jangan menganggap bermain di taman itu tidak memiliki dampak signifikan untuk akademik ya, Moms.

4. Melatih Indra

Ilustrasi anak bermain di taman. Foto: Shutterstock
Bagi beberapa anak, alam mungkin tampak kurang seru dan menantang jika dibandingkan dengan video game di gadget. Tapi pada kenyataannya, alam mampu mengaktifkan lebih banyak indra manusia.
Mulai dari indra penglihatan, pendengaran, penciuman, hingga peraba. Jika anak kurang bermain di alam, kemampuan indra mereka akan terbatas.

5. Mood Lebih Positif dan Fokus Meningkat

Anak-anak yang lebih sering menghabiskan waktu di alam cenderung tidak mudah marah dan agresif. Tingkat stres mereka juga akan lebih berkurang.
Selain itu, menurut Attention Restoration Theory, lingkungan perkotaan seringkali memaksa seseorang untuk fokus pada satu hal, dan itu sangat menguras otak. Sedangkan di alam, fokus pada satu hal tidak akan membuat otak lelah, melainkan senang.
ADVERTISEMENT
Anak-anak yang memiliki gangguan fokus atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga sangat disarankan untuk lebih sering bermain di alam. Tujuannya agar mereka bisa melatih fokus dengan hati yang riang.