Kumparan Logo

5 Mitos soal Tidur Bayi dan Faktanya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bayi Tidur. Foto: Shutterstock

Bayi baru lahir punya waktu tidur yang belum teratur. Sehingga, mengikuti jadwal tidur bayi, memang bisa jadi hal yang melelahkan bagi ibu.

Apalagi, bayi bisa terjaga di malam hari, dan tidur lama di siang hari. Sehingga, beberapa ibu mungkin akan mencoba beberapa cara untuk mengubah jadwal tidur bayi, seperti membiarkannya terbangun di siang hari agar dapat tidur sepanjang malam.

Namun, benarkah tindakan tersebut? Agar tidak salah, yuk, simak mitos dan fakta berikut ini.

Ilustrasi bayi tidur lelap Foto: Shutter Stock

1. Jika bayi tidur terlalu lama di siang hari, maka akan terjaga sepanjang malam

Faktanya, bayi baru lahir membutuhkan banyak tidur bahkan hingga 18 jam sehari. Jadi, jika bayi tidur di siang dan malam hari dengan seimbang, maka si kecil akan tidur sesuai kebutuhannya.

Sementara, seperti dikutip dari Today’s Parent, jika bayi tidak atau kurang tidur di siang hari, maka ia akan jadi terlalu lelah untuk tidur di malam hari dan justru jadi rewel, Moms. Jadi tergantung usianya, namun kebanyakan bayi di bawah 6 bulan tidak boleh bangun lebih lama dari 2-2,5 jam dan perlu tidur 3-5 jam di siang hari.

2. Mengajak bayi tidur larut malam, membuat bayi bangun lebih siang

Mungkin Anda ingin bangun lebih siang atau perlu bersih-bersih rumah di pagi hari saat bayi masih tidur. Namun, mengajak bayi tidur larut malam, tidak selalu membuat si kecil bangun lebih siang.

Jika bayi sudah mengantuk, dan Anda menunda menidurkannya, bayi akan terlalu lelah dan justru jadi terbangun sepanjang malam. Jadi, jangan biarkan bayi begadang. Sebab jika menunda waktu tidur bayi, maka perlu lebih lama untuk menidurkannya.

Ilustrasi bayi baru lahir tidur tengkurap. Foto: Shutter Stock

3. Bayi yang minum susu formula tidurnya lebih lama

Menurut Jo Tantum, pakar tidur terkemuka di Inggris lewat tulisannya di Shepherd's Friendly, 90 persen bayi ASI yang ia rawat, semuanya tidur lama di malam hari. Bayi juga tetap tidur walaupun tidak sambil menyusu. Sehingga, selama bayi diajari cara tidur tanpa bantuan seperti menyusu, mengayun, ditepuk, dan dot, maka ia akan terus tidur nyenyak, baik minum ASI atau susu formula.

4. Bayi tidur lebih nyenyak setelah merangkak atau berjalan

Mungkin Anda pernah mendengar dari beberapa orang yang mengatakan bahwa bayi akan tidur nyenyak setelah mencapai usia 12 minggu, atau setelah diberi MPASI, atau bahkan setelah merangkak dan berjalan. Namun faktanya, jangan menunggu sampai si kecil mencapai tonggak perkembangannya.

Jika memang ingin mengubah kebiasaan tidur bayi, lakukan dari sekarang. Dengan mengajarkan bayi kebiasaan tidur yang sehat sesegera mungkin, maka hal itu bisa menjadi kebiasaan hingga usia bayi bertambah.

Ilustrasi bayi tidur dengan mulut terbuka. Foto: Shutter Stock

5. Tidur yang ‘baik’ adalah saat bayi tidak terbangun di malam hari

Bayi bisa tidur semalaman mungkin jadi impian banyak ibu. Namun, bukan berarti bayi yang selalu terbangun di malam hari memiliki kebiasaan tidur yang buruk, Moms. Sebab merupakan hal yang normal jika bayi terbangun di malam hari, karena biasanya mereka lapar.

Jadi sangat umum jika bayi ingin menyusu di malam hari, apalagi di bulan-bulan pertama kehidupannya. Namun memang bisa saja bayi terbangun bukan karena lapar, tetapi terbangun di malam hari bagi bayi adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan.