Kumparan Logo

5 Peran Ayah untuk Dukung Pemenuhan Imunisasi Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ayah menemani anak imunisasi. Foto: tigercat_lpg/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayah menemani anak imunisasi. Foto: tigercat_lpg/Shutterstock

Siapa bilang imunisasi anak hanya menjadi urusan ibu saja? Ya Moms, kelengkapan imunisasi pada anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Sayangnya, masih ditemukan faktor rendahnya cakupan imunisasi karena mendapat penolakan dari para ayah terhadap vaksin bagi anak-anak mereka karena berbagai alasan.

Mengutip laman UNICEF Indonesia, sebuah penelitian menemukan 50 persen responden menyatakan keputusan untuk mendapatkan layanan imunisasi dipengaruhi oleh pasangan mereka, dan hanya 27 persen yang memutuskan sendiri. Padahal, ada banyak sekali dampak positif bila kedua orang tua sama-sama terlibat untuk memastikan anak mendapat imunisasi tepat waktu.

Ya Moms, keterlibatan ayah dalam pemberian imunisasi ternyata dapat meningkatkan kepercayaan diri keluarga untuk memenuhi hak anak tumbuh sehat, sekaligus mencegahnya terkena penyakit yang dapat dicegah lewat imunisasi. Nah Moms, yuk beri tahu ayah, kalau ia sangat berperan penting dalam pemenuhan imunisasi anak agar si kecil terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. Apa saja yang bisa ayah lakukan?

Apa yang Bisa Ayah Lakukan untuk Dukung Imunisasi Anak?

Ilustrasi ayah menemani anak imunisasi. Foto: Szefei/Shutterstock

1. Mencari informasi tentang vaksin

Tidak ada kata terlambat untuk berkonsultasi dan meminta informasi yang akurat dari tenaga kesehatan seputar imunisasi anak. Oleh sebab itu, orang tua harus rajin mencari informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, WHO, dan situs UNICEF.

Misalnya, seorang bayi membutuhkan vaksin Hepatitis B pada 24 jam pertama setelah kelahiran. Imunisasi sedari dini ini akan memberikan perlindungan yang optimal. Artinya, mencari informasi tentang imunisasi anak dapat dimulai sejak si kecil di dalam kandungan, bahkan mulai dari saat merencanakan kehamilan.

2. Pelajari jadwal imunisasi

Kalender imunisasi anak tersedia pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau bisa diakses di internet. Agar imunisasi tidak terlewat, orang tua bisa menggunakan kalender pengingat dengan alarm atau cara lainnya untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Apabila terlambat dari jadwal, tidak perlu panik. Anda bisa menghubungi puskesmas, posyandu, klinik atau rumah sakit terdekat dan segera buat janji temu untuk jadwal imunisasi susulan.

3. Bangun kepercayaan diri, ambil inisiatif, dan sampaikan dukungan terhadap imunisasi

Pasangan dan keluarga memerlukan dukungan dan arahan positif dari ayah seputar imunisasi anak. Diskusi tentang imunisasi terkadang sulit dan tidak menghasilkan keputusan yang tegas. Oleh karena itu, gunakan berbagai cara untuk tunjukkan dukungan Anda pada masa-masa penting ini.

Ilustrasi ayah menemani anak imunisasi. Foto: anon_tae/Shutterstock

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kata-kata yang memotivasi dapat membantu menghilangkan keraguan yang mungkin dirasakan pasangan atau keluarga. Tekankan kepada para ayah bahwa mereka bisa bertanggung jawab dan memiliki peran penting untuk memastikan anak mendapatkan status imunisasi lengkap.

4. Ikut hadir saat pelayanan imunisasi

Pemberian imunisasi terkadang dapat menimbulkan stres terhadap anak dan ibunya, sehingga kehadiran seorang ayah dapat meringankan beban mereka sekaligus memberikan keyakinan dan dukungan yang dibutuhkan. Meskipun mungkin kedua orang tua tidak selalu dapat menemani anak saat imunisasi, cobalah untuk hadir sesering mungkin.

Kehadiran kedua orang tua juga menjadi kesempatan bagi ayah dan ibu untuk mendapatkan informasi langsung dari tenaga kesehatan, termasuk mendiskusikan isu-isu kesehatan yang mengganjal. Orang tua dapat mengetahui apa-apa saja yang perlu diantisipasi dalam beberapa bulan ke depan dan saling mendukung untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi tepat waktu.

5. Dukung imunisasi di lingkungan sekitar melalui diskusi dengan sesama orang tua

Sebarkan informasi yang tepat seputar imunisasi kepada orang tua lainnya yang mungkin masih skeptis tentang pandangan kesehatan anak. Anda juga bisa membantu keluarga-keluarga mendapatkan perlindungan optimal dari imunisasi lengkap. Sehingga, secara bersama-sama ibu dan ayah bisa memastikan keluarga dan lingkungan di sekitar bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

kumparan post embed