Kumparan Logo

5 Poin Penting dalam Merawat Bayi Sepulang dari NICU

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi yang dirawat di NICU. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang dirawat di NICU. Foto: Thinkstock

Setelah dilahirkan, bayi dengan kondisi tertentu seperti sakit atau lahir prematur perlu dirawat di neonatal intensive care unit atau NICU. Si kecil akan mendapatkan perawatan ekstra agar ia bisa bertahan hidup, seperti ventilator, inkubator, penghangat bayi, hingga selang makanan.

Bayi baru boleh diizinkan pulang saat kondisinya mulai stabil dan tidak bergantung lagi pada alat-alat medis. Di satu sisi, kepulangan bayi dari NICU menjadi kabar bahagia bagi orang tua. Namun, tak sedikit orang tua yang mungkin was-was dalam merawat bayi yang baru pulang dari NICU.

Nah Moms, untuk mencegah kekhawatiran tersebut, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah membawa bayi pulang dari NICU sebagaimana dikutip dari Motherly.

Yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Pulang dari NICU

Ilustrasi ibu menyusui bayi sepulang dari NICU. Foto: Shutter Stock

1. Jadwal Makan

Sangat penting bagi Anda untuk menjaga jadwal makan bayi tetap sama seperti saat ia di NICU. Tujuannya untuk memastikan bahwa bayi mendapatkan jumlah ASI yang dibutuhkan untuk menambah berat badannya.

Setiap bayi umumnya membutuhkan perawatan yang berbeda. Oleh karena itu, setelah beberapa minggu di rumah, periksakan kondisi bayi ke dokter untuk mengetahui perubahan porsi ASI yang dibutuhkan.

2. Jadwal Tidur

Sama halnya dengan jadwal makan, usahakan bayi tetap mendapatkan jadwal tidur yang sama seperti saat ia dirawat di NICU. Jika kondisi rumah bising dan membuat bayi sulit tidur, Anda dapat menggunakan metode white noise dengan menyalakan peralatan yang memiliki suara stabil dan menenangkan, seperti kipas angin dan AC. Perhatikan pula posisi tidur bayi agar tetap telentang.

3. Perhatikan Siklus Buang Air

Ilustrasi bayi buang air. Foto: Shutterstock

Salah satu hal yang diperhatikan dokter saat merawat bayi di NICU adalah siklus buang air besar dan buang air kecil bayi. Cari tahu berapa kali bayi buang air selama dirawat di NICU untuk dijadikan pedoman perawatan di rumah, Moms. Karena bayi terus bertumbuh, tanyakan juga kepada dokter seberapa banyak perubahan frekuensi buang air bayi sesuai pertumbuhannya.

Jika terdapat perubahan yang signifikan, baik dari segi frekuensi maupun perubahan warna dan tekstur dari kotorannya, segera periksakan bayi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

4. Suhu Tubuh

Perawat biasanya akan memeriksa bayi secara rutin di NICU untuk memastikan suhunya tetap stabil. Saat merawat si kecil di rumah, Anda tidak perlu memeriksanya sesering yang dilakukan perawat, Moms. Namun pastikan si kecil tidak kedinginan karena selama di NICU dia selalu berada di inkubator yang suhunya hangat. Gunakan bedong yang rapat namun tidak ketat, terutama bila kamar si kecil menggunakan AC.

Jika Anda merasa suhu tubuh bayi terlalu dingin atau panas lebih dari 38 derajat celcius, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

5. Tetapkan Batasan untuk Menjaga Bayi

Setelah pulang dari NICU, keluarga dan kerabat dekat mungkin ingin menjenguk bayi Anda. Namun, sebaiknya jangan izinkan mereka berkunjung ya, Moms. Pasalnya, sistem kekebalan bayi yang baru keluar dari NICU masih lemah dan rentan tertular penyakit. Selain untuk menjaga kesehatan bayi, beberapa hari bersama bayi di rumah juga baik untuk membangun ikatan ibu dan anak.

kumparan post embed