5 Tanda Anak Kekurangan Kalsium yang Perlu Orang Tua Waspadai
ยทwaktu baca 4 menit

Kalsium jadi salah satu nutrisi penting yang diperlukan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Asupan kalsium yang cukup setiap harinya bisa membantu meningkatkan kepadatan tulang dan gigi, membantu perkembangan otot dan sistem saraf, hingga menjaga fungsi organ vital seperti jantung.
Sebaliknya, kekurangan kalsium dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan anak. Si kecil pun bisa memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit. Di antaranya rakhitis atau kerapuhan tulang akibat kekurangan vitamin D yang menyebabkan penyerapan kalsium terhambat.
Sebuah laporan dari The Australian National Nutrition Survey juga memaparkan, 77 persen remaja perempuan dan 64 persen laki-laki berusia 12-15 tahun yang tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup lebih berisiko terkena osteoporosis di masa depan.
Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda-tanda anak kekurangan kalsium, sehingga bisa memberikan penanganan yang lebih tepat dan cepat. Lantas, apa saja gejala kekurangan kalsium yang harus kita waspadai?
1. Pertumbuhan terlihat lambat
Seperti yang telah dijelaskan, salah satu dampak kekurangan kalsium adalah meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan tulang. Dilansir laman Medical News Today, 99 persen kalsium yang ada di tubuh si kecil terkonsentrasi di tulang dan gigi.
Jadi saat asupan kalsium tidak memadai, pertumbuhan tulang juga akan terhambat. Selain itu, efeknya bisa memengaruhi kepadatan tulang, hingga tulang tidak dapat mengeras yang menyebabkan rentan bengkok.
2. Kram otot
Orang tua patut waspada bila anak sering mengeluh kram atau nyeri otot setelah beraktivitas. Bisa jadi, itu disebabkan karena tidak tercukupinya asupan kalsium harian.
Bukan tanpa alasan, Moms. Masih dilansir Medical News Today, kalsium berperan penting dalam mengatur gerakan otot dengan membantu protein di dalamnya untuk melakukan kerja kontraksi. Otomatis bila asupan kalsium berkurang, otot akan rentan mengalami kejang dan kedutan, terlebih setelah beraktivitas berat.
3. Kulit dan rambut kering
Hypocalcemia sering dialami banyak orang yang kekurangan asupan kalsium, tak terkecuali anak-anak. Penyebabnya adalah kadar kalsium di dalam darah yang berada di bawah rata-rata dan bisa memicu beberapa gejala, di antaranya kulit, rambut, serta bibir yang terasa lebih kering dan kasar.
Gangguan kesehatan ini bahkan bisa memicu eczema (eksim) bila tidak segera ditangani. Kulit pengidap eksim biasanya terlihat menebal dan pecah-pecah. Bisa juga mengeluarkan darah dan cairan yang terasa gatal sekaligus perih.
4. Kuku rapuh dan pecah-pecah
Moms, kesehatan kuku si kecil juga bisa mengindikasikan cukup tidaknya asupan kalsium yang ia dapatkan, lho. Kuku yang sehat terlihat mengkilap dan terlihat merah muda yang menandakan lancarnya peredaran darah di sekitar kuku.
Sebaliknya, bila kuku si kecil terlihat kering, mudah patah, dan terlihat retak, bisa jadi karena kekurangan mineral. Kalsium menjadi salah satu mineral yang menjaga struktur sekaligus kokohnya kuku.
5. Enamel gigi terkikis
Saat kekurangan kalsium, tubuh akan menarik kalsium yang ada di tulang dan gigi untuk menutupi kekurangan tersebut. Dampaknya, kepadatan kalsium pada gigi pun akan berkurang dan memicu berbagai masalah pada gigi. Seperti terkikisnya enamel sebagai pelindung gigi sehingga rentan keropos, hingga berkurangnya kekuatan akar gigi.
Perlu disadari bahwa kebutuhan kalsium setiap anak berbeda-beda sesuai usianya. Dilansir KidsHealth, anak berusia 1-3 tahun setidaknya membutuhkan asupan kalsium sebanyak 700 mg, anak usia 4-8 tahun 1.000 mg, dan usia 9-18 membutuhkan asupan yang lebih banyak sebesar 1.300 mg.
Sayangnya, kalsium tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, sehingga harus dipenuhi dari asupan sehari-hari. Mencukupi asupan vitamin D juga penting untuk memaksimalkan penyerapan kalsium di tubuh anak.
Ya, menurut laman American Academy of Family Physicians (AAFP), vitamin D berfungsi memaksimalkan penyerapan kalsium yang masuk ke dalam tubuh. Setiap harinya, setidaknya si kecil membutuhkan 400 IU vitamin D yang bisa didapatkan pada sinar matahari hingga produk susu dan turunannya.
Selain dari makanan sehari-hari, MilkLife UHT yang mengandung kebaikan Maxinutri juga bisa membantu Anda memberikan asupan kalsium dan vitamin D yang lebih optimal demi tumbuh kembang anak.
Terdiri dari sumber Kalsium, sumber Fosfor dan sumber Vitamin A, D, E, MilkLife juga diproses dari susu sapi perah Frisian Holstein terbaik dari Australia yang dirawat dengan baik. Mulai dari kandang nyaman dengan sirkulasi udara yang lancar, air minum bersih, dan pemberian pakan bernutrisi lengkap seperti protein, vitamin, dan mineral.
Bukan hanya itu, MilkLife sudah bersertifikat halal dari MUI dan menjamin kualitas susu tetap terjaga hingga 9 bulan meski tanpa tambahan pengawet.
Produk susu ini tersedia dalam dua jenis, yaitu MilkLife UHT Kids dan MilkLife UHT Teens. Sedangkan untuk varian rasanya, Anda dapat memilih rasa Strawberry Milkshake, Creamy Vanilla, dan Classic Chocolate untuk MilkLife UHT Kids; serta rasa Cokelat, Plain, dan Stroberi untuk MilkLife UHT Teens.
Kesegaran susu MilkLife kini juga sudah bisa Anda dapatkan dengan membelinya melalui e-commerce kesayangan!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan MilkLife
