Kumparan Logo

5 Tanda Bayi Alami Gangguan Interaksi Sosial

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Tanda Bayi Alami Gangguan Interaksi Sosial. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
5 Tanda Bayi Alami Gangguan Interaksi Sosial. Foto: Shutter Stock

Interaksi sosial perlu dimiliki tiap anak, bahkan sejak bayi. Interaksi sosial bermanfaat untuk kehidupan si kecil di kemudian hari atau di masa yang akan datang.

Membangun interaksi sosial pun memiliki beragam manfaat, di antaranya: menjalin hubungan atau relasi yang baik dengan orang lain, meningkatkan kepercayaan dan solidaritas, hingga membantu menyelesaikan masalah.

Tapi, bagaimana dengan bayi?

Tentunya berbeda dengan orang dewasa, Moms. Maklum, si kecil belum bisa mengungkap apa yang ia rasakan secara verbal atau melalui kata-kata.

Meski begitu, Anda bisa melihat beberapa tanda bila si kecil alami masalah interaksi sosial. Apa saja?

Ciri-ciri Bayi Alami Masalah Interaksi Sosial

5 Tanda Bayi Alami Gangguan Interaksi Sosial. Foto: Shutter Stock

1. Bayi Menangis Hebat

Mengutip Babygaga, bayi lebih menyukai sentuhan dari orang dewasa yang dianggap familiar. Maka tak heran, jika ia akan menangis, terlihat takut, atau bahkan sangat diam saat bertemu atau digendong orang yang baru dilihatnya.

Tak tanggung-tanggung, si kecil mungkin akan menangis hebat atau kejer karena merasa dirinya tidak nyaman berada di lingkungan baru atau bertemu orang asing.

2. Tubuh Bayi Menjadi Tegang dan Hangat

Bila bayi menangis disertai tubuhnya menjadi hangat dan tegang saat bertemu orang lain atau berada di suatu tempat baru yang membuatnya asing, ini bisa dirinya alami masalah interaksi sosial.

Hal tersebut bisa saja membuat bayi stres karena belum 'akrab' dengan lingkungan barunya itu.

5 Tanda Bayi Alami Gangguan Interaksi Sosial. Foto: Shutter Stock

3. Bayi Menolak Melihat Siapa Pun

Bayi yang tidak memiliki masalah interaksi sosial biasanya akan melakukan kontak mata dengan orang yang baru dikenalnya atau bahkan anggota keluarganya yang baru ditemuinya itu. Sebaliknya, bayi yang punya masalah interaksi sosial akan menangis dan menghindar melihat siapa pun orang baru yang mendekatinya.

Essential Parent melansir, saat hal ini terjadi, orang tua sebaiknya tidak memaksa si kecil untuk melihat orang yang baru berjumpa dengannya itu. Lebih baik, bantu bayi mengenal dan menerimanya perlahan-lahan.

4. Bayi Menolak Diturunkan Alias Ingin Digendong Terus

Jika bayi merasa tidak nyaman di lingkungan baru, biasanya ia lebih untuk digendong Anda, orang tuanya --meski si kecil sudah bisa berjalan misalnya. Karena dekapan Anda membuat dirinya merasa nyaman. Alasan lainnya, karena si kecil merasa cemas atau takut berpisah dengan Anda.

Ilustrasi ibu dan bayi yang tengah alami masalah interaksi sosial. Foto: Shutterstock

5. Bayi Sulit Dihibur

Jika bayi sulit dihibur dan menangis terus-menerus, sudah jelas bahwa dirinya memiliki masalah interaksi sosial. Rasa tidak nyaman itu merupakan kecemasan berlebih yang dialami bayi karena bertemu orang asing.

Meski begitu, tak perlu khawatir berlebih dengan perilaku tersebut ya, Moms. Justru ini bisa jadi pertanda bahwa bayi tengah mengembangkan ikatan emosional yang sehat dengan Anda, ayahnya, atau orang dewasa lain yang dekat dengannya. Seiring berjalannya waktu, ia pun sudah bisa membedakan Anda dengan orang asing.