Kumparan Logo

6 Aktivitas untuk Asah Kemampuan Bahasa dan Literasi Balita

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita membaca buku. Foto: Ami Parikh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita membaca buku. Foto: Ami Parikh/Shutterstock

Orang tua perlu mengembangkan keterampilan bahasa pada balita untuk menstimulasi kemampuan berbicara. Mengutip Health of Children, keterampilan bahasa adalah proses ketika anak-anak dapat memahami dan mengkomunikasikan bahasa sejak ia di masa balita.

Keterampilan ini terbagi menjadi dua, yaitu perkembangan bahasa reseptif dan perkembangan bahasa ekspresif. Perkembangan bahasa reseptif merupakan kemampuan untuk memahami suatu bahasa, sedangkan perkembangan bahasa ekspresif merupakan kemampuan untuk berkomunikasi.

Pada balita, keterampilan bahasa awal ditandai dengan kemampuannya untuk mengucapkan ‘ibu’ dan ‘ayah’. Mereka umumnya juga mulai menggunakan beberapa kata dengan pengucapan yang benar. Agar keterampilan ini makin berkembang, Anda mungkin bisa melakukan aktivitas bahasa dan literasi ini bersama anak balita, seperti dikutip dari Parents.

Aktivitas Bahasa dan Literasi untuk Balita

Ilustrasi membacakan buku untuk ana balita. Foto: Shutter Stock

1. Membaca Buku

Sudah bukan rahasia lagi bahwa aktivitas membaca buku dapat mendukung perkembangan bahasa pada anak, sejak bayi dan balita. Buku berisi variasi kosakata yang mungkin belum pernah didengar sebelumnya oleh anak. Ia pun akan bertanya tentang arti kosakata tersebut.

Tak hanya membacakan isinya, Anda juga bisa mendeskripsikan ilustrasi dalam buku tersebut untuk mengembangkan imajinasi si kecil, Moms.

2. Minta Anak untuk Bercerita

Pada saat-saat tertentu, mintalah anak untuk bercerita tentang pengalaman atau hal-hal lain yang ia rasakan. Misalnya, setelah berkunjung ke rumah kakek nenek, tanyakan apa yang ia lakukan di sana, bertemu siapa saja, dan lain sebagainya. Makin banyak cerita yang ia buat, kemampuan bahasanya pun akan berkembang makin baik.

3. Lakukan Percakapan

Ilustrasi ibu dan anak balita mengobrol dan bercanda bersama. Foto: Shutterstock

Melakukan percakapan tentang hal-hal sederhana juga dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak balita, Moms. Misalnya, setelah makan. Tanyakan padanya apa ia menyukai makanannya dan seperti apa rasanya.

Tanggapi anak dengan mengulangi jawabannya untuk menunjukkan pengucapan yang benar. Selain itu, percakapan juga melatih anak menjadi pendengar yang baik.

4. Gunakan Kalimat Lengkap

Saat berbicara dengan balita, lebih baik gunakan kalimat lengkap yang mengandung subjek, predikat, dan objek. Jika ia belum menjawab dengan kalimat lengkap, bantulah si kecil untuk menyusun kalimat itu. Misalnya, saat anak hanya berkata “Itu, itu,” coba katakan, “Oh, Adik mau kue cokelat yang ada di meja makan?” Dengan begitu, ia jadi paham bahwa percakapan harus menggunakan kalimat yang benar dan pengucapan yang jelas.

5. Bernyanyi

Ilustrasi orang tua bernyanyi bersama anak. Foto: Shutter Stock

Tak hanya hiburan, bernyanyi juga dapat menjadi aktivitas untuk mengembangkan kemampuan bahasa pada balita. Pilihlah lagu anak-anak dengan lirik yang mudah supaya anak dapat memahami dan menyanyikannya, Moms.

6. Bermain Telepon

Selain mengobrol secara langsung, percakapan juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui telepon. Ajak anak bayi bermain telepon-teleponan, kemudian berpura-puralah meneleponnya. Anda mungkin bisa berada di ruangan yang berbeda untuk mengetes apakah si kecil dapat memahami kalimat Anda meski tidak melihat ekspresi secara langsung.

kumparan post embed