Kumparan Logo

6 Dampak Buruk Bila Orang Tua Sering Bertengkar di Depan Anak

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi suami tertekan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suami tertekan. Foto: Shutter Stock

Moms, pernahkah Anda beradu pendapat atau bahkan bertengkar dengan suami di hadapan anak?

Ya, memang tidak bisa dipungkiri bila dalam kehidupan rumah tangga Anda akan menemukan ketidakcocokan atau perbedaan pendapat. Hal itu sebenarnya sangat wajar terjadi, tapi usahakan untuk tidak bertengkar di depan anak ya, Moms.

Perlu dipahami orang tua bahwa sering bertengkar di depan anak ternyata bisa berdampak negatif pada si kecil. Mengutip Parenting First Cry, berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai pada anak bila Anda dan suami sering bertengkar.

Dampak Buruk Bila Orang Tua Sering Bertengkar di Hadapan Anak

1. Mencontoh kebiasaan

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Bertengkar dengan suami di hadapan anak bisa menjadi bencana bagi si kecil. Saat melihat orang tuanya sedang beradu mulut dan bertengkar, anak akan berpikir bahwa itu adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Alhasil di kemudian hari, anak akan mencontoh untuk menyelesaikan masalah dengan cara serupa yakni: bertengkar atau beradu mulut dengan siapa pun.

2. Mengalami tekanan emosional

Orang tua yang berkelahi secara fisik di depan anak dapat membuatnya mengalami tekanan emosi. Dampaknya, anak akan merasa tidak aman dan berpotensi mengalami masalah psikologis, seperti kecemasan dan depresi.

3. Kegagalan dalam hubungan

Ilustrasi anak sedih, anak stres. Foto: Shutterstock

Anak merupakan peniru ulung dengan apa yang dilihatnya. Bila Anda dan suami terus bertengkar, tidak menutup kemungkinan anak juga akan tumbuh dengan hal yang sama.

Imbasnya mungkin saat dewasa kelak, hubungan anak dengan pasangannya juga akan bernasib sama. Kemungkinan lainnya adalah anak akan menghindari sebuah hubungan karena takut terluka.

4. Mengalami masalah kesehatan

Memperlihatkan hubungan yang tidak harmonis antara Anda dan suami di depan anak bisa menyebabkan anak cemas dan tertekan. Apa dampaknya? Si kecil bisa jadi mogok makan atau justru makan yang banyak sehingga efeknya anak akan mengalami masalah kesehatan seperti sakit kepala atau perut, sulit tidur di malam hari, hingga masalah perilaku.

5. Merasa harga dirinya rendah

anak merasa harga dirinya rendah. Foto: Shutterstock

Anak yang kerap melihat orang tuanya bertengkar akan merasa malu, bersalah, tidak layak, dan tidak berdaya yang akhirnya berdampak pada masalah kesehatan mentalnya. Bila hal ini terjadi, si kecil bisa merasa kurang percaya diri atau sering tidak yakin dengan apa yang dikerjakannya.

6. Sulit berkonsentrasi

Sering melihat hubungan yang kurang baik secara terus menerus membuat beban pikiran pada anak. Imbasnya si kecil akan terus memikirkannya dan kehilangan konsentrasi saat belajar.

Jadi, Moms, mulai saat ini, cobalah untuk lebih bijak menyelesaikan masalah dengan suami. Sebisa mungkin, hindari pertengkaran dengan pasangan di depan anak.

kumparan post embed