7 Alasan Kenapa Libido Pria Menurun

Libido rendah pada pria merupakan sebuah kondisi adanya penurunan gairah dalam aktivitas seksual. Meski gairah seksual wajar menurun dari waktu ke waktu, tapi tingkat libido rendah pada pria dalam jangka waktu panjang memang bisa menyebabkan kekhawatiran. Salah satunya ada indikasi masalah kesehatan yang mendasarinya.
Lantas apa saja penyebab libido rendah para pria? Dilansir laman Health Line, berikut ulasannya:
Tingkat Testosteron yang Rendah
Hormon testosteron pada pria bertugas membangun otot dan tulang, serta merangsang produksi sperma. Tingkat testosteron inilah yang menjadi indikator pendorong seksual suami Anda.
Testosteron dianggap rendah jika mencapai angka di bawah 300 hingga 350 nanogram. Jika kadar ini menurun, maka dorongan seksual suami Anda juga semakin menurun. Penurunan testosteron adalah bagian normal dari penuaan. Namun, penurunan testosteron yang drastis dapat menyebabkan penurunan libido. Bicarakanlah hal ini dengan dokter, sebab hal ini bisa menjadi masalah dalam kehidupan seks Anda.
Pengaruh Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menurunkan kadar testosteron pada pria, yang pada akhirnya membuat libidio jadi rendah. Bila suami Anda tengah melakukan perawatan tertentu dan menunjukan libido yang rendah, beri tahu dokter agar dapat diberikan alternatif obat lain.
Restless Legs Syndrome
Restless Legs Syndrome (RLS) merupakan sebuah kondisi neurogologis yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan tidak terkontrol untuk menggerakan kaki mereka. Biasanya ini disebabkan karena rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada kaki. Sebuah penelitian mengemukakan, pria dengan RLS berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak memiliki RLS.
Depresi

Saat depresi menyerang, apapun kegiatan yang bagi orang normal menyenangkan, akan berubah menjadi tidak menyenangkan, termasuk seks. Jika suami Anda sedang mengalami depresi, sebaiknya ajak pasangan bicara dan minta dia untuk lebih bersantai. Selain itu, bantu pasangan melewati masa-masa depresinya dengan berkonsultasi dengan dokter atau psikolog, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Penyakit Kronis
Penyakit-penyakit tertentu seperti kanker, dapat mengurangi jumlah sperma pada pria. Penyakit kronis seperti ini, cenderung membuat seorang pria jadi lemas dan tidak bersemangat untuk melakukan seks.
Tidak Mendapatkan Tidur yang Cukup
Sebuah studi dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM) menemukan bahwa pria dengan obstructive sleep apnea (OSA), memiliki tingkat testosteron yang lebih rendah. Pada gilirannya, ini mengarah pada penurunan aktivitas seksual dan libido. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa hampir separuh dari mereka yang memiliki sleep apnea yang parah juga memiliki kadar testosteron yang sangat rendah pada malam hari.

Penelitian JCEM yang lebih baru menemukan bahwa kadar testosteron yang rendah juga memiliki efisiensi tidur yang lebih rendah. Studi ini menyimpulkan bahwa penurunan kadar testosteron total terkait dengan tidur yang kurang sehat, terutama pada pria yang lebih tua.
Penuaan
Memasuki usia 60 tahun, sangat wajar jika gairah seksual pria dan wanita jadi menurun. Pada usia lansia, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk ereksi maupun orgasme.
