Kumparan Logo

7 Cara Atasi Rasa Cemas Setelah Tahu Suami Selingkuh

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Atasi Rasa Cemas Setelah Tahu Suami Selingkuh. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Atasi Rasa Cemas Setelah Tahu Suami Selingkuh. Foto: Shutterstock

Mengetahui suami berselingkuh adalah pengalaman yang bisa menyiksa secara emosional. Perasaan Anda bisa begitu hancur dan dapat memicu trauma dalam hubungan pernikahan. Salah satu respons yang cukup umum terjadi saat mengetahui pasangan selingkuh adalah perasaan cemas berlebihan.

Ya Moms, rasa cemas dan takut setelah mengetahui perselingkuhan suami tidak hanya menghilangkan kepercayaan terhadap pasangan, tetapi bisa juga menimbulkan rasa tidak nyaman secara emosional dan fisik. Saat mengalami perasaan ini, mungkin Anda akan menunjukkan gejala-gejala seperti sesak napas, perasaan gelisah, mual dan pusing, panik, hingga sulit tidur.

Kecemasan emosional yang terjadi ini umumnya dipicu oleh stres dari kondisi lingkungan sekitar dan perubahan di dalam otak. Hal ini terjadi ketika Anda berada di bawah tekanan emosional yang ekstrem, seperti misalnya efek emosional dari perselingkungan suami.

Bila perasaan tersebut tidak segera ditangani, maka Anda berisiko mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD). Gejala PTSD pasca-perselingkuhan ini mirip ketika seseorang mengalami peristiwa yang mengancam jiwa, seperti penyerangan seksual atau serangan fisik. Mengalami rasa cemas setelah mengetahui perselingkuhan suami bisa berefek samping pada emosional dan trauma.

Cara Atasi Rasa Cemas Setelah Tahu Suami Selingkuh. Foto: Getty Images

Nah Moms, dilansir Marriage, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasaan cemas berlebihan karena tahu suami berselingkuh.

Mengatasi Rasa Cemas Setelah Mengetahui Suami Berselingkuh

1. Beri Waktu untuk Diri Sendiri

Setelah mengetahui perselingkuhan suami, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menenangkan diri dulu sambil memutuskan nasib pernikahan. Sebab, perasaan emosi, amarah, dan kebencian mungkin akan mengganggu Anda untuk berpikir jernih dalam memutuskan sesuatu. Apakah Anda langsung ingin mengakhiri hubungan atau melakukan konseling untuk mempertahankan pernikahan, pilihan ini perlu dipikirkan matang-matang, Moms.

2. Dukungan Solid

Saat merasakan cemas dan sedih tentunya Anda membutuhkan supporting system yang kuat untuk menemani waktu-waktu berat yang sedang dijalani. Sebaiknya, Anda bercerita pada sahabat atau keluarga yang bisa dipercaya. Sebab, tetap terhubung dengan orang lain yang mau peduli dengan masalah Anda bisa sangat membantu menenangkan Anda dari perasaan cemas.

3. Waktu untuk Menyembuhkan Diri

Ilustrasi perempuan berusaha menyembuhkan diri dari pasangan yang berselingkuh. Foto: Shutterstock

Cara lainnya adalah memberikan waktu untuk diri sendiri dalam memproses kejadian buruk yang baru dialami, sambil mencoba mengevaluasi hubungan pernikahan beberapa waktu ke belakang. Bila memang pernikahan tidak lagi bisa diselamatkan, tak apa meluangkan waktu untuk berduka. Ya, kecemasan dan kesedihan setelah perselingkuhan suami kerap kali sulit diatasi, dan sering kali membutuhkan waktu untuk berproses hingga akhirnya sembuh dari luka masa lalu.

4. Punya Rutinitas Baru

Saat kehidupan pernikahan masih berjalan baik, mungkin Anda memiliki kebiasaan atau rutinitas yang biasa dilakukan dengan suami, termasuk bersama anak-anak. Namun, setelah perselingkuhan terkuak dan Anda jadi tidak menyukai rutinitas lama, maka cobalah untuk membuat yang baru. Buatlah rutinitas sehari-hari yang lebih nyaman dengan kondisi saat ini untuk membantu menjaga hidup Anda lebih teratur setelah kejadian buruk yang dialami.

5. Melatih Kesabaran

Peristiwa traumatis bisa memakan waktu tidak sebentar untuk bisa melepaskan dan melupakannya. Bila kecemasan emosional yang dialami sudah membuat Anda terganggu, kesal, dan bahkan membencinya, inilah saatnya Anda untuk berlatih lebih sabar dan pelan-pelan untuk melupakannya. Jangan memaksakan diri bila memang sulit untuk melupakannya sekaligus, Moms.

kumparan post embed

6. Tidur, Makan, dan Bergerak yang Cukup

Agar tidak sampai berujung depresi, penting untuk tetap melakukan tiga kegiatan dasar: tidur, makan dan berolahraga. Tidur bisa membantu tubuh Anda mengisi tenaga setelah masalah perselingkungan yang memengaruhi pikiran dan tubuh Anda. Penting juga untuk makan tiga kali sehari dan dengan makanan sehat untuk menjaga tubuh tetap kuat dalam menghadapi peristiwa ini. Dan terakhir adalah berolahraga yang dapat melepaskan endorfin, sehingga bisa meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental, menenangkan pikiran, hingga mengurangi depresi.

7. Fokus pada Hal-hal Baik

Jangan lupa untuk fokus pada hal-hal baik dan dapat menyembuhkan luka Anda, Moms. Setelah mengetahui setelah ini hidup Anda akan berubah, maka coba atasi kecemasan emosional yang dialami dengan kegiatan maupun orang-orang yang selalu mendukung dalam situasi apa pun. Pikirkan tentang hal-hal yang membuat Anda dan anak-anak bahagia, karier tetap berjalan baik, dan bagaimana masa depan Anda.