Kumparan Logo

7 Fakta Unik tentang Kaki Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi baru lahir berwarna biru. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir berwarna biru. Foto: Shutter Stock

Kaki bayi baru lahir memang mungil dan menggemaskan. Tak heran bila orang tua senang untuk memperhatikan, memegang hingga memijat pelan kaki bayi baru lahir untuk sekadar merasakan kelembutan kulitnya.

Meski begitu, jangan heran karena biasanya bayi tidak terlahir dengan kondisi kaki yang mulus, melainkan berkerut, kebiruan, hingga tampak mengelupas. Selain itu, telapak kaki bayi baru lahir juga dingin bila disentuh. Hal ini terjadi karena sistem peredaran darahnya belum matang, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam pergerakan darah ke ekstremitas.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa fakta penting lainnya tentang kaki bayi baru lahir yang perlu orang tua pahami, seperti berikut ini.

Fakta Kaki Bayi Baru Lahir yang Perlu Orang Tua Pahami

Ilustrasi kaki bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

1. Kaki bayi rata

Tak perlu khawatir jika kaki bayi terlihat rata saat baru lahir, itu karena masih ada lemak yang menyelimuti kakinya. Seiring berjalannya waktu, lemak tersebut akan menghilang dan bentuk lengkungan pada kaki bayi baru akan terlihat. Tapi seperti dikutip dari Montgomery Foot Care Specialists si kecil akan menghabiskan tahun pertamanya atau lebih dengan bentuk kaki yang rata.

2. Tulang kaki lentur

Bayi memiliki tulang kaki yang masih lentur saat dilahirkan. Kaki bayi baru akan terbentuk saat ia mulai tumbuh, sehingga kaki tetap fleksibel untuk beberapa tahun pertama. Tulang kaki anak baru akan terbentuk dengan sempurna saat ia berusia sekitar delapan tahun.

3. Bayi tidak perlu sepatu

Karena memiliki kaki yang sangat lentur, maka bertelanjang kaki merupakan hal terbaik untuk bayi. Pada usia ini, kaki bayi sedang dalam masa pertumbuhan dan belajar bergerak. Penggunaan sepatu justru hanya akan menghambat pertumbuhan kakinya, karena adanya keterbatasan untuk bergerak. Jadi, Anda tidak perlu memberikan sepatu sampai si kecil bisa berjalan dengan lincah, Moms.

Ilustrasi Sepatu Bayi Foto: Pixabay

4. Kaki butuh olahraga

Kaki bayi baru lahir juga perlu melakukan gerakan-gerakan kecil yang bisa dianggap sebagai olahraga. Mengutip FirstCry Parenting, bayi perlu aktif menggerakkan kakinya saat berbaring telentang ataupun tengkurap. Aktivitas ini akan mendukung perkembangan otot kaki bayi menjadi semakin kuat.

5. Jari kaki berselaput

Beberapa bayi bisa lahir dengan kondisi jari kaki yang berselaput. Namun, kadang selaput ini justru tidak terlihat sama sekali dan tidak menunjukkan adanya masalah tertentu pada kaki si kecil.

6. Kaki pengkor

Clubfoot atau kaki pengkor merupakan kelainan umum yang bisa terjadi pada setiap 1.000 kelahiran bayi. Meski demikian, kaki pengkor merupakan kondisi cacat lahir yang mudah diobati, Moms.

7. Jumlah jari kaki

Kelainan selanjutnya yang cukup umum terjadi pada kaki bayi baru lahir adalah polydactyly. Ini merupakan kondisi di mana bayi baru lahir memiliki jari kaki berjumlah 11 atau 12. Kondisi ini mungkin mengkhawatirkan, tapi bisa ditangani dengan operasi yang tepat. Tak perlu khawatir, karena setelah pengangkatan jari ini tidak akan ada masalah pada pertumbuhan kaki si kecil.