Kumparan Logo

7 Manfaat Almond untuk MPASI Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi MPASI  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi MPASI Foto: Shutterstock

Pemberian MPASI atau makanan pendamping ASI sudah dapat Anda perkenalkan ketika bayi menginjak usia 6 bulan. Ya Moms, di usia tersebut Anda dianjurkan memperkenalkan berbagai jenis makanan padat pada si kecil.

Selain kandungan gizi yang terdapat pada nasi, lauk pauk, dan sayuran, tak ada salahnya jika Anda ingin mencampurkan kacang-kacangan ke dalam makanan bayi, seperti almond. Almond sendiri merupakan salah satu jenis kacang yang baik untuk kesehatan karena mengandung serat, mineral, dan asam lemak esensial. Almond juga mempunyai rasa yang lezat sehingga disukai banyak kalangan, baik dewasa maupun anak-anak.

Ilustrasi kacang almond. Foto: Shutter Stock

American Academy of Pediatrics (AAP) dalam laman resminya pun mengatakan bahwa almond termasuk salah satu jenis kacang-kacangan yang dapat Anda berikan pada bayi saat ia berusia lebih dari 6 bulan. Anda pun dapat mencampurkan almond ke dalam puree, sebagai campuran oatmeal, susu almond, dan berbagai menu MPASI si kecil lainnya.

Perlu diingat, Moms, sebaiknya Anda jangan memberikan almond atau jenis kacang-kacangan lain secara langsung pada si kecil, ya! Sebab dikhawatirkan hal ini dapat membuatnya tersedak saat makan. Anda bisa menghancurkan atau memotong almond menjadi beberapa bagian kecil sebelum diberikan kepada bayi Anda.

Lantas, sebenarnya apa manfaat almond untuk bayi, ya? Dilansir Parenting Firstcry, berikut ini beberapa manfaat almond untuk si kecil.

Manfaat almond untuk MPASI bayi. Foto: Pixabay

1. Almond Dapat Meningkatkan Kecerdasan Otak Bayi

Nutrisi yang terkandung dalam almond sangat penting untuk perkembangan otak bayi Anda. Riboflavin dan L-karnitin yang ada dalam almond dapat merangsang aktivitas otak. Almond juga bisa meningkatkan kecerdasan si kecil dan menurunkan risiko penyakit alzheimer --penurunan daya ingat di usia tua.

2. Mencegah Kolesterol dan Diabetes

Kendati bayi tak perlu khawatir dengan kadar kolesterol atau gula, namun mengonsumsi almond di usia dini terbukti memiliki banyak manfaat untuk masa depannya kelak. Almond berfungsi menjaga kadar kolesterol dan gula tetap terkendali karena adanya vitamin E dan indeks glikemik yang rendah. Namun, sebelum memberikan almond pada si kecil, pastikan almond yang Anda berikan tak asin atau mengandung gula berlebih.

3. Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat yang tinggi pada almond dapat mencegah sembelit dan membantu melancarkan sistem pencernaan bayi dengan mengatur pergerakan usus.

Ilustrasi bayi tumbuh gigi. Foto: Shutter Stock

4. Memperkuat Tulang dan Gigi Bayi

Jumlah fosfor yang terdapat dalam almond memperkuat tulang dan gigi bayi Anda saat tumbuh. Hal ini juga dapat membantu mencegah si kecil terkena osteoporosis di kemudian hari.

5. Meningkatkan Imunitas

Antioksidan yang terkandung dalam almond dapat membantu membersihkan racun dari tubuh. Sehingga dampaknya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara signifikan.

6. AntiInflamasi

Adanya asam lemak esensial dalam almond yang bersifat antiinflamasi sangat baik untuk kesehatan anak Anda hingga dewasa kelak.

7. Sumber Antioksidan yang Baik

Almond menjadi sumber antioksidan yang kaya karena dapat membantu melawan kanker dan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

Ilustrasi bayi makan. Foto: Shutterstock

Meski almond maupun jenis kacang lainnya boleh diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan ke atas, namun Anda perlu perhatikan apakah si kecil memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu. Sebab, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik mengatakan bahwa sebagian besar bayi alergi terhadap kacang-kacangan.

"Sebenarnya, enggak apa-apa (diberikan) kacang-kacangan. (Tapi) tergantung anaknya ada kecenderungan alergi atau tidak," ucap dr. Jovita kepada kumparanMOM.

Selain memastikan apakah si kecil alergi terhadap kacang atau tidak, Anda juga harus mengolah kacang sebagai campuran MPASI dengan benar. Pastikan Anda sudah merebus atau mengukusnya, kemudian mengolahnya hingga halus untuk meminimalisir risiko bayi tersedak --seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ya Moms, ini artinya, Anda tidak boleh memberikan kacang-kacangan pada bayi dalam kondisi utuh.

kumparan post embed