7 Masalah Mata yang Bisa Dialami Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Kesehatan anak perlu jadi prioritas orang tua, termasuk yang berkaitan dengan mata si kecil. Ya Moms, orang tua perlu waspada, karena ada beberapa masalah mata yang kerap dialami anak.
Dikutip dari Parenting Firstcry, para pakar menilai mata merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif. Sehingga, berbagai masalah mata pada anak harus ditangani dengan hati-hati.
Masalah Mata yang Umum Terjadi pada Anak
1. Astigmatisme
Ini adalah suatu kondisi yang memengaruhi penglihatan anak karena bentuk kornea yang tidak sesuai. Jika seorang anak mengalami kondisi ini, benda-benda--baik yang berada jauh maupun dekat akan tampak kabur.
Mata bagian depan atau kornea anak dengan masalah ini memiliki masalah pada bagian lengkungannya. Sehingga, saat cahaya masuk ke mata, kelainan tersebut membuatnya sulit fokus secara tajam pada retina sehingga mengakibatkan penglihatan kabur.
2. Strabismus atau Mata Juling
Strabismus atau biasa dikenal dengan sebutan mata juling merupakan kondisi yang terjadi karena salah satu atau kedua bola mata tidak sejajar. Ya Moms, bola matanya bisa memutar ke dalam, ke luar, ke atas atau ke bawah.
Mata tidak mampu membidik objek yang sama secara konsisten. Jika kondisi ini tidak ditangani saat fungsi penglihatan anak mencapai kematangan penuh, maka kemungkinan untuk sembuh akan kecil. Kondisi ini bersifat genetik tetapi bisa juga disebabkan karena trauma pada otot yang mengontrol pergerakan mata atau saraf.
3. Rabun Dekat atau Miopia
Miopia merupakan masalah refraksi mata di mana anak tidak dapat melihat dengan jelas benda yang jaraknya dekat. Namun, objek di kejauhan terlihat buram.
Kondisi ini bersifat genetik dan seseorang mungkin juga terkena masalah ini ketika masih kecil. Penyebab miopia adalah cahaya tidak dapat fokus pada retina sehingga benda yang diletakkan jauh tampak buram.
4. Rabun Jauh atau Miopi
Rabun jauh atau miopi adalah gangguan pada penglihatan yang menyebabkan objek yang letaknya jauh terlihat tidak jelas atau buram. Tetapi tidak ada masalah saat anak melihat objek yang letaknya dekat. Biasanya miopi lebih dikenal dengan istilah mata minus.
5. Rabun Dekat atau Hiperopia
Rabun dekat atau hiperopia merupakan kebalikan dari miopi. Jika anak terkena kondisi ini, maka benda yang letaknya jauh bisa terlihat jelas. Tetapi benda yang dekat justru tidak terlihat dengan jelas alias buram. Meski bisa terjadi pada anak, kelainan ini umumnya lebih sering menyerang orang berusia lanjut.
6. Ptosis
Kondisi ini ditandai dengan turunnya salah satu atau kedua kelopak mata bagian atas. Ini sedikit menutupi mata dan menghalangi penglihatan. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan mata malas. Penyakit ini bersifat turun-temurun dan seorang anak bisa saja terlahir dengan kondisi tersebut.
7. Mata Merah Muda atau Konjungtivitis
Ini merupakan peradangan atau kemerahan pada konjungtiva, yakni selaput lendir tipis bening yang menutupi bagian putih mata. Mata merah merupakan penyakit yang umum terjadi pada anak sekolah dan dapat menular jika disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Meski begitu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh alergi. Infeksi ini menyebar melalui kontak fisik saat bermain atau menggunakan benda-benda milik anak lain yang terinfeksi.
