Kumparan Logo

7 Permainan di Playground Ini Dukung Gerak Motorik dan Sensorik Balita

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bermain jungkat-jungkit. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain jungkat-jungkit. Foto: Shutterstock

Playground atau taman bermain adalah tempat yang menyenangkan khususnya bagi anak balita. Ya Moms, mereka bisa bermain di aneka permainan seperti jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, dan permainan lainnya.

Permainan yang dibuat di playground bukannya tak ada tujuannya lho, Moms. Khususnya berperan dalam menstimulasi keterampilan motorik kasar dan sensorik si kecil. Adapun keterampilan ini nantinya akan berguna bagi kehidupan sehari-hari anak, hingga menyiapkan ia untuk masuk sekolah nanti. Di antaranya anak akan lebih baik dalam fokus belajar, menyehatkan tubuh, hingga membangun kepercayaan diri.

Nah berikut ini adalah manfaat dari 7 permainan yang umumnya ada di taman bermain, seperti dilansir dari North Shore Pediatric Therapy for Kids:

Seorang anak balita bermain perosotan. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Perosotan

Perosotan merupakan salah satu permainan favoritnya si kecil. Saat bermain perosotan, ia akan menaiki tangga terlebih dulu dan ini melatih ia untuk menjaga keseimbangan serta mengkoordinasikan mata, kaki dan tangan sebelum akhirnya merosot ke bawah.

Panjat Dinding

Permainan ini mungkin cocok untuk anak yang cukup aktif dan suka tantangan. Bagaimana tidak, sebab cukup ekstrem karena memungkinkan anak untuk memanjat dan berada di ketinggian. Lewat permainan ini akan melatih ia dalam mengkoordinasikan urutan tangan dan kaki saat memanjat, keseimbangan tubuh serta mengembangkan kekuatan jari-jarinya. Bukan cuma dinding, di beberapa playground menyediakan permainan serupa dari tali.

Tubes

Atau permainan berbentuk tabung yang mengharuskan si kecil merangkak di dalamnya sampai pintu keluar. Adapun permainan ini dapat menstimulasi kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya.

Ilustrasi ayunan. Foto: Shutterstock

Ayunan

Salah satu mainan yang juga jadi favorit! Ayunan merupakan sumber input vestibular atau yang berperan dalam keseimbangan, koordinasi, dan kontrol gerak tubuh yang baik. Sebab tubuh diharuskan untuk bergerak agar ayunan tetap mengayun. Dorongan dari kaki ketika bermain ayunan, berperan dalam mengembangkan keterampilan urutan dan koordinasi motorik balita.

Tiang gelantung

Bermain tiang gelantung melatih kekuatan tubuh anak balita bagian atas serta tangan, sekaligus mengkoordinasikannya. Tiang gelantung juga merupakan input vestibular yang baik, Moms.

Ilustrasi balita bermain jungkat-jungkit. Foto: Shutterstock

Jungkat-jungkit

Jungkat-jungkit membutuhkan koordinasi, pengurutan, dan kerja sama antar dua anak pada saat yang sama, untuk membuat gerakan naik-turun. Keseimbangan dan kekuatan inti tubuh bagian atas ini sangat diperlukan ketika si kecil naik dan turun. Tak cuma itu, si kecil juga sedang belajar kerja sama dan koordinasi tim dengan teman yang berada di hadapannya itu.

Spring Rider

Kursi pegas atau spring rider biasanya dimainkan dengan cara digerakkan maju mundur. Walau terkesan biasa, namun permainan ini memberikan manfaat proprioseptif atau indera yang bertugas dalam memberi pesan terkait posisi tubuh, serta gerakan yang dilakukan. Tak hanya itu, spring rider juga bermanfaat bagi vestibular saat tubuh bergerak.

Anak balita yang bermain permainan ini perlu mengkoordinasikan gerakan tubuhnya untuk membuat kursi pegas yang dinaikinya bergerak dan seimbang.