Kumparan Logo

7 Perubahan pada Vagina Selama Kehamilan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perubahan pada vagina ibu hamil.  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perubahan pada vagina ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Perut dan payudara menjadi dua bagian tubuh utama yang mengalami perubahan selama kehamilan. Ya, perut menjadi buncit karena ada janin yang tumbuh di dalam rahim. Sementara, payudara bengkak karena kelenjar susu mulai mempersiapkan produksi ASI untuk bayi.

Selain kedua organ tersebut, sebenarnya masih banyak bagian tubuh lain yang berubah saat hamil, salah satunya adalah vagina. Meski begitu, beberapa ibu hamil mungkin tidak menyadari perubahan ini.

Misalnya saja ketika ibu memang sudah kerap mengalami keputihan sejak sebelum kehamilan, maka perubahan pada lendir vagina bisa saja tidak dikenali.

Lantas, apa saja ya perubahan pada vagina selama kehamilan?

Perubahan pada Vagina Selama Kehamilan

Ilustrasi ibu hamil nyeri di vagina. Foto: christinarosepix/Shutterstock

Vagina Membiru

Moms, ternyata vagina bisa bisa berubah warna selama kehamilan menjadi kebiruan atau keunguan. Bahkan, hal ini bisa menjadi salah satu tanda kehamilan, lho.

“Sejak enam minggu kehamilan, vagina, labia, dan serviks Anda mungkin berwarna biru atau ungu akibat peningkatan aliran darah,” kata dokter kandungan di Ohio State University, Brett Worly, MD., seperti dikutip dari Parents.

Muncul bercak

Menstruasi berhenti sementara selama kehamilan, tetapi, Anda mungkin mengalami bercak yang normal pada trimester pertama. Mengutip March of Dimes, sekitar 25 persen ibu mengalami bercak atau pendarahan ringan selama kehamilan. Meski normal, Anda tetap harus mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter, ya.

“Kapan pun ada pendarahan, bahkan jika itu berhenti, Anda harus memberi tahu dokter,” kata dokter kandungan, Mary L. Rosser, MD.

Terkena varises

Tak hanya kaki yang bisa mengalami varises saat hamil, tetapi juga vagina Anda, Moms. Urat berwarna ungu yang menonjol dan kadang menimbulkan ketidaknyamanan bisa muncul di vagina karena aliran darah yang meningkat di area tersebut.

Sekitar 10 persen ibu hamil mengalami varises vulva, yang seringnya terjadi pada kehamilan kedua, tetapi bisa juga terjadi pada kehamilan pertama.

“Itu terlihat seperti varises biasa, tetapi paling sering muncul di labia dan terkadang di paha bagi dalam atas dekat vagina,” sebut dokter kandungan di Houston, Katherine Bolt, MD.

Ilustrasi ibu hamil nyeri di vagina. Foto: christinarosepix/Shutterstock

Vagina bengkak

Menurut Katherine, darah ekstra yang mengalir di area vagina akan menimbulkan pembengkakan yang normal. Beberapa ibu hamil mungkin mengalami tidak nyaman karena hal ini, tapi sebagian ibu lain justru tidak merasakannya.

Vagina kembung

Kondisi yang juga disebut queefing atau kentut vagina ini terjadi ketika kantong udara terperangkap di dalam alat vital tersebut. Saat dikeluarkan, itu akan mengeluarkan suara seperti kentut. Namun, ini bukan pertanda buruk dan hanya dari kehamilan yang umum.

Rasa gatal

Hormon kehamilan menyebabkan pertumbuhan bakteri atau jamur berlebih di area vagina secara alami. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah seperti vaginosis atau infeksi jamur yang menimbulkan rasa gatal. Pada kondisi ini, biasanya lendir keputihan berubah warna menjadi keabu-abuan atau kekuningan. Jadi, segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala ini ya, Moms.

Aroma berubah

“PH vagina berubah selama kehamilan dan dapat menyebabkan perubahan sedikit pada bau vagina yang jadi lebih asam. Tapi, ini tidak berbahaya jika tidak disertai rasa gatal atau sensasi terbakar,” pungkas Katherine.

kumparan post embed