kumparan
8 Mei 2019 12:39

7 Tips Jalani Ramadhan untuk Ibu Bekerja

ilustrasi ibu bekerja
ilustrasi ibu bekerja Foto: Shutterstock
Menjalani peran sebagai seorang ibu bekerja memang tidak mudah. Setiap hari, ibu bekerja harus mencoba menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Apalagi saat Ramadhan tiba, beberapa tanggung jawab rumah tangga tambahan bisa menambah beban kita.
ADVERTISEMENT
Maklum Moms, ramadhan adalah waktu ketika umat Islam di seluruh dunia berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam, melakukan lebih banyak amal, melakukan salat ekstra dan lebih mendekatkan diri pada Tuhannya. Tapi di luar semua itu, kesibukan sehari-hari menjadi seorang ibu masih ada.
Tapi bukan berarti harus jadi stres atau putus asa lho, Moms. Yakin saya, ibu pasti bisa. Untuk membantu Anda, kumparanMOM merangkum 8 tips berikut ini:
Ilustrasi ayah milenial, ayah dan anak
Ilustrasi ayah dan anak Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
1.Minta ayah berbagi tugas
Bila ayah bisa pulang ke rumah lebih cepat atau setidaknya bersamaan dengan Anda, mintalah ia berbagi tugas. Sementara Anda sibuk bergegas menyiapkan segalanya untuk buka puasa, minta ayah bermain atau memandikan anak-anak misalnya. Tahu sendiri kan, anak-anak biasanya minta perhatian ekstra menjelang waktu berbuka. Jadi pastikan ayah menemani mereka agar Anda bisa fokus dengan urusan lainnya.
Ilustrasi memasak
Ilustrasi memasak Foto: Pexels
2.Buat Rencana Menu
ADVERTISEMENT
Seperti membuat rencana kerja di kantor, buatlah juga rencana makan keluarga di bulan puasa untuk jangka waktu tertentu. Misalnya rencana mingguan?
Periksa kulkas dan lemari bahan makanan, lalu tulis apa-apa yang hendak Anda masak dan sajikan. Bagi dengan detil rencana untuk sahur, takjil berbuka dan makan malam. Percayalah, pencanaan makan atau menu Ramadhan keluarga ini akan menyelamatkan banyak waktu, energi maupun pikiran ibu bekerja seperti Anda.
3.Masak sekaligus banyak
Sunnah Nabi mengajarkan kita untuk berbuka puasa dengan kurma dan air. Salah satu menu berair yang mudah disukai seluruh anggota keluarga? Apalagi kalau bukan sup! Untuk memudahkan hidup, cobalah masak sup sekaligus banyak di akhir pekan. Simpan di kulkas dalam beberapa porsi. Anda bisa menambah isian sup sesaat sebelum disajikan untuk membuat variasi setiap kali mengeluarkan satu porsi persediaan sup tersebut. Misalnya bakso, sosis, jagung, suwiran ayam, telur dan lainnya.
Ilustrasi Jam Dinding
Pilih waktu yang tepat untuk memberi bayi camilan atau MPASI Foto: pixabay
4.Coba menyelesaikan sesuatu lebih awal
ADVERTISEMENT
Ada jutaan hal yang harus ibu lakukan? Coba lakukan lebih awal yaitu setelah sahur, Moms. Misalnya membaca email, merapikan file-file di laptop, atau membuat undangan rapat online dengan kolega. Ini akan sangat menghemat waktu kerja Anda sehingga bisa menambah peluang pulang cepat di sore harinya.
5.Pilih yang mudah dan cepat
Saat Ramadhan tiba, biasanya kita ingin menyajikan hidangan yang istimewa untuk keluarga. Tapi, coba pertimbangkan lagi, Moms. Pilih yang mudah dan cepat-cepat saja! Bukan berarti tidak istimewa kok.
Daging yang ditumis dengan saus dan mentega, bisa sama lezatnya dengan rawon misalnya. Singkong kukus yang diberi taburan keju, tak kalah enaknya dari pastel isi yang perlu Anda bentuk dan goreng satu persatu.
Ilustrasi wanita berhijab
Ilustrasi wanita berhijab Foto: dok. Thinkstock
6.Bersikap Realistis
ADVERTISEMENT
Berniat khatam membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadhan? Bagus tuh, Moms! Tetapi bila Anda ibu bekerja dengan dua anak balita, akan sanggup enggak ya? Memang, kondisinya bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tapi bila Anda merasa tidak sanggup coba saja bersikap realistis. Tidak perlu jadi mundur niat membaca Al-Qur'an-nya lho, Moms. Tapi Anda bisa membuat target yang lebih kecil seperti 'hanya' membaca kita suci sebanyak dan sesering mungkin.
7.Belanja Lebaran Duluan
Tidak, ini tidak terlalu dini. Memang, bulan puasa belum sampai pada minggu terakhir, tapi kenapa harus menunggu? Kalau memang ada barang-barang yang perlu Anda beli untuk Lebaran, coba saja beli dari sekarang. Dengan cara ini, ibu bekerja jadi waktu yang lebih longgar untuk memilih dan tidak harus berdiri dalam antrean setengah jam di setiap toko yang Anda kunjungi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan