kumparan
Mom3 September 2018 12:02

8 Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi ASI perah.
Ilustrasi ASI perah. (Foto: Thinkstock)
ASI perah atau ASIP memang bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu Moms. Meski begitu, penyimpanan ASI perah tidak disarankan lebih dari 6 bulan apalagi dalam keadaan beku. Sebab, komposisi nutrisi di dalamnya dapat berubah akibat terjadinya proses pengurangain senyawa-senyawa lemak.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya itu, dalam jangka waktu ini jenis-jenis senyawa di dalam ASIP yang berfungsi melawan mikroorganisme akan hancur atau hilang karena terurai. Sayang, kan?
Karenanya, ketahuilah cara menyimpan ASI perah dengan benar seperti yang dijelaskan di bawah ini:
1. Untuk menampung ASI perah, gunakan wadah yang terbuat dari bahan yang tahan panas, bermulut lebar, dan memiliki kapasitas volume sesuai dengan kebutuhan bayi untuk sekali minum.
2. Pada waktu mengisi wadah penyimpanan ASI perah, jangan mengisi penuh seluruh wadah. Sisakan kurang lebih sepeprempat bagian dari kapasitas wadah tempat penyimpanan.
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI Perah (Foto: Shutter Stock )
3. Bila ASI perah tersebut akan diberikan kepada bayi Anda dalam jangka waktu kurangd ari 6 jam, maka Anda tak perlu menyimpannya di dalam lemari pendingin. ASI perah segar yang belum dibekukan lebih baik kualitasnya daripada ASI perah yang sudah didinginkan.
ADVERTISEMENT
4. Bila ASI perah akan diberikan kapada bayi dalam jangka waktu 24 jam kemudian, simpanlah ASI perah di dalam lemari es dengan suhu 4 derajat celcius. Tapi, jangan letakkan ASI perah di rak bagian pintu lemari es atau kulkas. Suhu rak bagian pintu cenderung berubah-ubah sehingga tidak ideal untuk menyimpan ASI perah.
Ilustrasi ASI perah.
Ilustrasi ASI perah. (Foto: Thinkstock)
5. Bila ASI peah baru akan diberikan dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu yang akan datang, maka begitu selesai diperah, ASI harus segera didinginkan selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu minus 18 derajat celcius atau pada suhu yang lebih rendah.
6. Jangan pernah menyimpan sisa ASI perah yang sudah dikonsumsi bayi Anda untuk pemberian berikutnya.
ADVERTISEMENT
7. Jangan mencampurkan ASI perah yang telah dibekukan dengan ASI yang masih segar pada satu wadah penyimpanan.
Ilustrasi ASI Perah
Ilustrasi ASI Perah (Foto: thinkstock)
8. Berilah label pada setiap wadah ASI perah yang Anda simpan untuk menunjukkan waktu ASI tersebut diperah.
Nah Moms, ingat baik-baik 8 panduan di atas ini ya. Atau bila perlu, tulis dan tempel di dinding agar Anda mudah mengingatnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan