8 Fakta Menarik tentang Kulit Bayi Baru Lahir
ยทwaktu baca 4 menit

Sebagai orang tua, Anda mungkin terlalu gemas ingin terus mencium dan menyolek-nyolek pipi bayi. Namun, perlu dipahami bahwa kulit bayi baru lahir masih super sensitif ya, Moms. Sehingga, memegang dengan cara yang salah bisa menyebabkan masalah kulit tertentu.
Mengutip dalam Being The Parent, kulit bayi terutama yang baru lahir bisa terlihat berbeda-beda, baik dari segi tekstur hingga warna. Mengingat kulitnya masih sensitif, Anda mungkin berpikir ingin terus merawat kulitnya sebaik mungkin. Beberapa produk bayi pun dibeli agar kulit si kecil terus terawat.
Namun, selain kulitnya yang masih sensitif, masih ada beberapa fakta menarik tentang kulit bayi yang baru lahir, lho. Apa saja?
Fakta Menarik tentang Kulit Bayi Baru Lahir
1. Kondisi Kulit Belum Terlalu Halus
Bayi baru lahir akan memiliki tekstur kulit yang sedikit aneh. Masih ada rambut-rambut halus (lanugo) yang mungkin menutupi tubuhnya selama beberapa minggu pertama, terutama bayi lahir prematur. Ada juga bayi pada kulitnya masih menempel vernix atau zat berminyak yang melindungi kulit di dalam rahim dan cairan ketuban. Untuk itu, pastikan membersihkan tubuh si kecil dengan menggunakan produk khusus bayi yang lembut dan tidak mengiritasi kulitnya.
2. Warna Kulit Masih Bisa Berubah
Fakta lainnya dilansir What To Expect adalah warna kulit bayi masih bisa berubah. Nah Moms, tidak peduli etnis atau ras, kulit bayi baru lahir masih cenderung berwarna ungu kemerahan selama beberapa hari pertamanya. Mengingat sistem peredaran darah masih berkembang dan kulitnya tipis, Anda mungkin akan melihat banyak kemerahan pada tubuhnya. Tidak perlu khawatir, karena dibutuhkan kurang lebih 6 bulan untuk bayi mendapatkan warna kulit permanennya. Tapi, perhatikan juga tanda-tanda kekuningan pada kulitnya, karena bisa jadi bayi terindikasi mengalami penyakit kuning.
3. Rentan Mengalami Ruam
Selain berminyak dan berbulu halus, kulit bayi juga rentan mengalami ruam. Sekitar 40 persen bayi dilahirkan dengan kondisi milia, bintik-bintik seperti komedo putih kecil dan bisa muncul di seluruh bagian wajah mungilnya atau bagian kepala. Bahkan, bayi juga bisa berjerawat, lho. Hal ini dikarenakan adanya hormon ibu yang ditransfer ke bayi sebelum plasenta terlepas dengan sendirinya. Jadi, sebaiknya hindari menggosok keras atau memencet bintik ruam tersebut, ya!
4. Pengaruh Hormon Ibu
Disinggung sebelumnya, hormon ibu memang bisa memengaruhi kondisi kulit bayi saat lahir. Menjelang bayi lahir, hormon akan melewati plasenta lalu masuk ke bayi, yang berpotensi meningkatkan produksi minyak dalam tubuhnya. Hormon ibu juga mungkin menyebabkan cradle cap (kondisi kepala bayi berkerak atau bersisik). Jangan khawatir karena cradle cap juga akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika tidak kunjung hilang, coba konsultasikan dengan dokter.
5. Kulit Bayi Sangat Tipis
Kulit bayi sangat sensitif karena saat lahir kondisi kulitnya masih sangat tipis. Cobalah untuk memperhatikan pembuluh darahnya begitu terlihat, atau ketika ia kedinginan kaki tangannya akan terlihat sedikit membiru. Seiring bertambah usianya, kulit bayi pun akan mulai menebal.
6. Tidak Perlu Sering Dimandikan
Bayi baru lahir sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari kok, Moms. Faktanya, terlalu sering memandikannya justru bisa membuat kulitnya kering dan rentan mengalami iritasi. Kecuali memang kulitnya terkena kotoran, maka memang perlu dibersihkan. Meski begitu, Anda dapat menyeka tubuhnya dengan waslap dan air hangat agar kulitnya tetap bersih, dan pilihlah sabun atau lotion yang aman untuk kulit bayi.
7. Mudah Terbakar Matahari
Kulit bayi baru lahir juga cenderung lebih mudah terbakar matahari atau gosong lebih cepat ketimbang anak yang lebih besar maupun orang dewasa. Hal ini terjadi karena jaringan kulitnya masih terus berkembang, termasuk melanin dan pigmen yang lebih cepat menyerap sinar matahari. Maka dari itu, hindari bayi terpapar sinar matahari antara pukul 10.00-16.00, karena pancaran sinar matahari di waktu-waktu tersebut sangat kuat. Jangan lupa olesi sunblock apabila hendak keluar rumah.
8. Merangsang Hormon Cinta
Ternyata, kulit bayi juga sensitif terhadap berbagai sentuhan yang dilakukan orang tuanya. Setiap kali bayi dicium, dipijat pelan atau dibelai, maka Anda ikut merangsang produksi hormon oksitosin si kecil. Tak hanya meningkatkan ikatan, si kecil juga akan merasa tetap aman dan nyaman di dekat orang tuanya.
