Kumparan Logo

9 Jenis Bakteri Penyebab Umum Keracunan Makanan pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
9 Jenis Bakteri Penyebab Umum Keracunan Makanan pada Anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
9 Jenis Bakteri Penyebab Umum Keracunan Makanan pada Anak. Foto: Shutterstock

Keracunan makanan pada anak biasanya ditandai dengan demam, muntah-muntah, kram di bagian perut, buang air besar yang sering, hingga menggigil usai mengonsumsi makanan.

Pakar menyebut, gejala keracunan makanan pada anak hampir sama sehingga tak mudah untuk mendiagnosis penyebab keracunan. Misalnya, anak-anak dapat mengalami diare dan muntah karena infeksi virus seperti rotavirus. Kemudian infeksi Salmonella juga dapat menunjukkan gejala yang sama.

Lantas, bakteri apa saja yang bisa menyebabkan anak keracunan makanan?

1. Staphylococcus aureus

Keracunan makanan akibat Staphylococcus aureus dapat terjadi ketika anak mengonsumsi makanan yang terkontaminasi enterotoksin. Biasanya makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan.

Anak yang terkena Staphylococcus aureus ini dapat menunjukkan gejala dalam waktu 2-7 jam sejak pertama kali terinfeksi. Anak dapat menunjukkan gejala muntah, diare hingga demam ringan. Gejala ini biasanya hilang dalam waktu 12 hingga 24 jam.

2. Salmonella

Dikutip dari Very Well Health, Kasus keracunan makanan karena Salmonella cukup banyak. Gejalanya biasanya dimulai sekitar enam hingga 72 jam setelah terpapar bakteri ini.

Anak akan mengalami diare demam, nyeri kram perut, mual dan muntah. Gejalanya biasanya berlangsung empat hingga tujuh hari.

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

3. E.coli O157

Bakteri E. coli O157 merupakan salah satu jenis bakteri E. coli. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan kram perut yang parah, diare berdarah dan terkadang demam ringan. Beberapa kasus infeksi ini mengancam jiwa yang disebut "sindrom uremik hemolitik" (HUS).

Anak-anak dapat terserang infeksi E. coli O157 sekitar satu hingga 10 hari setelah mengkonsumsi produk daging yang terkontaminasi dan kurang matang. Minum susu mentah, air yang terkontaminasi dan jus yang tidak dipasteurisasi serta melakukan kontak dengan hewan ternak juga menjadi faktor risiko.

4. Shigella

Shigella adalah bakteri yang dapat menyebabkan diare berdarah, kram perut dan demam tinggi. Anak-anak dapat terserang infeksi shigella (Shigellosis) sekitar satu atau dua hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri shigella, seperti salad kentang, susu, ayam dan sayuran mentah.

Tidak seperti kebanyakan penyebab keracunan makanan lainnya, Shigellosis dapat diobati dengan antibiotik.

5. Campylobacter

Keracunan makanan Campylobacter sering dikaitkan dengan makan ayam setengah matang dan minum susu mentah. Biasanya infeksi ini muncul sekitar dua sampai lima hari setelah terpapar. Gejalanya bisa berupa diare, demam, kram perut, mual, nyeri otot dan sakit kepala.

6. Clostridium Perfringens

Keracunan makanan akibat bakteri Clostridium perfringens dapat terlihat setelah anak menunjukkan Gejala. Anak yang terinfeksi bakteri ini mulai memperlihatkan gejalanya pada enam hingga 22 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi.

Anak dapat terinfeksi bakteri ini dari daging dan kuah daging yang tidak disiapkan atau disimpan dengan benar. Anak yang terinfeksi bakteri ini dapat mengalami diare dan kram perut hebat. Gejala ini dapat berlangsung selama sekitar 24 jam.

7. Clostridium Botulinum

Botulisme adalah keracunan disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum. Anak dapat terinfeksi bakteri ini setelah menyantap makanan yang diawetkan dan dikeringkan di rumah.

Selain mual, muntah, dan kram perut, anak-anak dengan botulisme dapat mengalami gejala neurologis, seperti penglihatan ganda, bicara tidak jelas, kesulitan menelan, dan kelemahan otot.

8. Hepatitis A

Tidak seperti kebanyakan penyebab keracunan makanan lainnya, penyakit ini adalah satu-satunya penyebab yang sudah ada vaksinnya (anak-anak mendapatkannya mulai usia 12 bulan). Anak-anak dapat mengalami gejala Hepatitis A 10 hingga 50 hari setelah mengonsumsi air, sayuran, kerang dan makanan yang terkontaminasi.

9. Bacillus Cereus

Keracunan yang satu ini menyebabkan diare dan kram perut sekitar enam hingga 15 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Biasanya anak yang terkena bacillus cereus ini sempat makan daging, ikan, sayuran dan susu yang terkontaminasi.

Beras yang terkontaminasi biasanya menyebabkan mual dan muntah. Gejala apa pun biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam tanpa pengobatan.

kumparan post embed