Kumparan Logo

9 Penyebab Perdarahan di Trimester Pertama Kehamilan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perdarahan di trimester pertama Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perdarahan di trimester pertama Foto: Shutterstock

Perdarahan atau munculnya bercak darah yang keluar dari vagina kerap membuat ibu hamil merasa khawatir. Sebab hal ini dapat menjadi tanda adanya gangguan kehamilan, Moms.

Namun mengutip Mom Junction, Anda perlu memahami perbedaan perdarahan dengan bercak darah biasa yang keluar. Bercak darah biasa umumnya berbentuk seperti cairan dan hanya terjadi sesekali. Sementara perdarahan adalah aliran darah yang lebih deras, dan mengakibatkan ibu hamil perlu menggunakan pembalut agar tidak tembus pandang.

Lalu, apa saja penyebab perdarahan di trimester pertama?

Penyebab Perdarahan di Trimester Pertama

Ilustrasi ibu hamil keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock

1. Implantasi

Implantasi terjadi ketika sel telur atau embrio yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Saat hal ini terjadi, beberapa ibu hamil mengalami perdarahan implantasi di sekitar minggu kedelapan kehamilan.

2. Polip serviks

Polip serviks adalah pertumbuhan jaringan ikat jinak yang dapat berdarah saat disentuh. Polip ini biasanya berbentuk kecil, mudah terlihat saat dilakukan pemeriksaan, dan mudah dihilangkan.

3. Hubungan seksual

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami perdarahan kecil setelah berhubungan seksual. Meski tidak menyebabkan keguguran, tetapi Anda perlu menghentikan hubungan seksual sampai mendapatkan persetujuan dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah iritasi lebih lanjut.

4. Hamil bayi kembar

Hamil bayi kembar berisiko lebih tinggi mengalami perdarahan. Namun menurut studi American Society for Reproductive Medicine, perdarahan di trimester pertama tidak mempengaruhi angka kelahiran hidup, tetapi mungkin meningkatkan risiko berat badan lahir rendah.

Ilustrasi hamil bayi kembar. Foto: Shutterstock

5. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel di bagian luar rahim, dan paling sering terjadi di tuba falopi. Selain perdarahan, kondisi ini juga dapat menyebabkan nyeri perut, nyeri di ujung bahu, nyeri saat buang air kecil, dan kadar hormon hCG rendah.

6. Hamil anggur

Hamil anggur atau kehamilan mola adalah kondisi di mana sel telur yang dibuahi tidak berkembang jadi janin, melainkan membentuk sel abnormal. Kondisi ini ditandai dengan detak jantung yang tidak normal, kadar hormon hCG sangat tinggi, dan perdarahan yang mengeluarkan gumpalan darah mirip seperti buah anggur. Itulah sebabnya kondisi ini disebut sebagai hamil anggur.

7. Perdarahan subkorionik

Perdarahan subkorionik adalah penyebab umum perdarahan di trimester pertama. Hal ini terjadi saat ada beberapa perdarahan di bawah selaput korion yang membungkus embrio sedang berkembang di dalam rahim.

Ilustrasi Ibu Hamil Infeksi Saluran Kemih. Foto: Shutter Stock

8. Infeksi

Infeksi pada rongga panggul atau saluran kemih juga dapat menyebabkan perdarahan di trimester pertama.

9. Keguguran

Selain menandakan gangguan tertentu, perdarahan juga bisa menjadi tanda terjadinya keguguran. Namun tidak semua perdarahan di trimester pertama menyebabkan keguguran.

Kendati demikian, tidak semua perdarahan saat hamil adalah kondisi yang serius atau berbahaya. Namun Anda tetap dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

kumparan post embed