Ada Mikroplastik dalam Botol Susu Bayi, Perlukah Khawatir?

2 Agustus 2022 14:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi botol bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi botol bayi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Kebersihan dan kesehatan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan orang tua dalam merawat bayi. Salah satunya dalam memilih botol minum. Dalam botol minum, terutama yang berbahan plastik, terdapat mikroplastik yang dapat masuk ke tubuh bayi melalui susu yang diminumnya.
ADVERTISEMENT
Mengutip Made for Mums, mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dengan ukuran kurang dari 5 mm. Zat ini berasal dari plastik yang terdegradasi. Sebuah penelitian menemukan, mikroplastik terdapat di hampir semua benda di seluruh dunia, terutama makanan dan air minum. Namun, diperkirakan sebagian besar mikroplastik dapat dikeluarkan dari tubuh kita.
Meski begitu, para ilmuwan berpendapat bahwa hal itu perlu penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki apakah mikroplastik dapat diserap oleh aliran darah di dalam tubuh. Hal itu juga diakui oleh WHO dalam laporannya yang dirilis pada tahun 2019 tentang mikroplastik dalam air minum.
Lantas, perlukah orang tua khawatir jika terdapat mikroplastik di dalam botol bayi yang bisa bercampur dengan susu si kecil?
ADVERTISEMENT

Penelitian tentang Mikroplastik dalam Botol Susu Bayi

Ilustrasi bayi minum lewat botol. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi minum lewat botol. Foto: Shutterstock
Menurut sebuah studi penelitian, bayi yang diberi minum dari botol plastik yang disterilkan berisiko meminum jutaan partikel mikroplastik setiap hari. Temuan tersebut pun membuat orang tua khawatir.
Namun, menurut John Boland, seorang profesor dari Trinity College Dublin dan salah seorang penulis utama dari studi tersebut, mereka belum menemukan efek kesehatan dari paparan mikroplastik.
“Kami belum tahu apakah ada efek kesehatan yang merugikan dari paparan mikroplastik. Belum ada studi definitif dalam hal implikasi kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, menurut WHO, orang dewasa umumnya sudah terpapar 300 – 600 mikroplastik dalam sehari melalui air minum. Namun, para peneliti menemukan bahwa botol susu bayi mengeluarkan jutaan mikroplastik setiap harinya.
ADVERTISEMENT
Munculnya mikroplastik di botol bayi dipengaruhi oleh proses sterilisasi botol yang menggunakan suhu tinggi. Selain itu, kebiasaan mengocok susu dalam botol membuat mikroplastik bercampur dengan susu.

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik dalam Botol Susu Bayi

Ilustrasi mensterilkan botol bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mensterilkan botol bayi. Foto: Shutter Stock
Meski belum jelas apakah mikroplastik berbahaya untuk kesehatan bayi atau tidak, orang tua dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi paparan zat tersebut. Berikut ini cara mengurangi paparan mikroplastik dalam botol bayi menurut Profesor Boland.
  1. Ikuti saran WHO untuk mensterilkan botol bayi seperti biasa.
  2. Jika botol digunakan untuk susu bubuk, pilih botol berbahan lain selain plastik, seperti stainless steel, silikon, kaca, atau keramik.
  3. Sterilkan botol dengan merendamnya di air dengan suhu 70 derajat celcius.
  4. Di wadah lain, siapkan air steril lagi yang sudah dipanaskan. Namun, biarkan air itu mendingin.
  5. Bilas botol bayi yang sudah disterilkan dengan air tersebut sebanyak tiga kali. Tujuannya untuk mengurangi mikroplastik yang dilepaskan botol.
  6. Saat membuat susu, jangan mengocok botol terlalu kencang. Sebagai alternatifnya, Anda bisa menggunakan sendok untuk mengaduk susu agar tercampur rata.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020