kumparan
18 Februari 2020 18:53

Agar Cepat Hamil, Ini Saran Dokter Terkait Frekuensi Bercinta

PTR, Ilustrasi berhubungan seks.
Ilustrasi berhubungan seks agar cepat hamil. Foto: Shutterstock
Keinginan agar bisa cepat hamil mungkin tengah Anda dan suami alami. Mimpi hadirnya bayi di tengah keluarga demi membuat suasana rumah semakin lengkap, harapannya itu tak akan lama lagi.
ADVERTISEMENT
Karenanya banyak pasangan melakukan berbagai cara demi meningkatkan peluang kehamilan. Salah satunya adalah rutin melakukan seks. Beberapa pasangan mungkin lebih memilih untuk melakukannya sesering mungkin. Dengan anggapan semakin sering, maka peluang terjadinya kehamilan juga semakin besar. Namun ada juga yang lebih mengutamakan di saat-saat tertentu saja.
Tapi idealnya seberapa sering berhubungan intim dengan pasangan dilakukan?
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta.
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta agar cepat hamil Foto: Shutterstock
Menurut Dokter Kandungan dan Kebidanan, dr. Sarlita Indah Permatasari, SpOG, dari RSIA Anugrah Media, Bandar Lampung sebaiknya Anda dan calon ayah berhubungan seks dua hari sekali pada masa subur.
"Biar kualitas sperma prima," katanya saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (18/2).
Lantas kapan masa subur itu terjadi? dr. Sarlita menjelaskan apabila menstruasi Anda teratur, maka masa subur terjadi pada hari ke-14. Adapun hari itu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) dan masa subur terjadi selama kurang lebih 5 hari, Moms. Yaitu di sekitaran hari ke-14 tersebut.
ADVERTISEMENT
Untuk memudahkan Anda mengetahuinya, gunakanlah kalkulator masa subur. Perlu diketahui setiap orang bisa memiliki waktu subur yang berbeda-beda, tergantung siklus haid.
Di samping melakukan hubungan seks di masa subur, pastikan Anda dan suami juga menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya menghindari alkohol dan rokok, mengkonsumsi ikan dengan kandungan merkuri relatif tinggi seperti: makarel, hiu, marlin, dan tuna. Kemudian, batasi asupan kafein harian, yakni maksimal hanya 2-3 cangkir sehari.
Jangan lupa juga untuk menjaga berat badan dan tidak sembarangan menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Suami Anda juga tidak disarankan untuk berlama-lama berendam di air hangat, karena menurut penelitian, hal itu dapat menurunkan jumlah sperma.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan