Alasan Kenapa Anak Berisiko Lebih Rendah Terkena Virus Corona

Setelah adanya kasus virus corona di Indonesia, wajar bila Anda jadi khawatir bila penyakit itu suatu saat akan menyerang Anda, anak, atau anggota keluarga lainnya. Meski Anda memang harus waspada, tapi tetaplah tenang dan tak perlu panik berlebihan, Moms. Sebab, virus corona bisa dicegah bila Anda menerapkan pola hidup sehat.
Selain itu, Anda tampaknya bisa sedikit bernapas lega, karena menurut beberapa laporan dan penelitian, anak-anak berisiko lebih rendah terkena virus corona.
Ya Moms, dilansir USA Today pada (5/3) hingga kini COVID-19 sudah menyerang lebih dari 95 ribu orang dan menewaskan 3.200 orang di seluruh dunia. Berdasarkan laporan dari WHO di Cina Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), kelompok usia di bawah 18 tahun terkena 'serangan virus yang relatif rendah' sebesar 2,4 persen.
Sementara Science Alert melaporkan bahwa dari 44 ribu kasus yang terkonfirmasi virus corona, hanya 416 atau kurang dari 1 persennya menyerang anak di bawah 9 tahun. Selain itu, tidak ada yang korban meninggal dalam kelompok usia tersebut.
"Coronavirus normalnya bisa mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa secara merata. Tapi untuk itu, entah kenapa alasannya lebih condong ke orang dewasa," kata Dr. Frank Esper, Dokter Spesialis Penyakit Menular pada Anak di Cleveland Clinic Children's, Ohio, Amerika Serikat, seperti dikutip dari TODAY.
Sementara itu, Asisten Profesor Penyakit Menular Anak dan Dewasa di NYU Langone, Amerika Serikat, Dr. Vanessa Raabe menjawab bila hal ini mungkin karena kekebalan tubuh anak-anak dan orang dewasa berbeda. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh orang dewasa cenderung melemah sehingga sulit untuk melawan penyakit.
"Kami telah melihat pola serupa untuk penyakit lain, cacar air, misalnya. Orang dewasa yang terkena (cacar air) cenderung jauh lebih parah daripada anak-anak," katanya.
Sementara Dr. Buddy Creech, Asisten Profesor Penyakit Menular Anak di Vanderbilt Children's Hospital, Amerika Serikat, menjelaskan anak-anak kemungkinan sudah terbiasa terkena virus, misalnya yang menyebabkan flu. Sehingga, tubuhnya akan memberikan perlindungan untuk virus corona.
"Sistem kekebalan tubuh anak-anak terbiasa diserang terus-menerus, sehingga bermanfaat untuk mengoordinasikan dan mengatur respons," katanya.
Meski begitu Creech memastikan, teori itu belum bisa dipastikan sepenuhnya dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
Terlepas dari itu, Anda tetap perlu menjaga daya tahan tubuh anak dan keluarga. Sebagai upaya pencegahan dari virus corona, pastikan anak dan keluarga Anda menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI. Yaitu dengan rutin melakukan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur yang teratur, hindari rokok dan alkohol, rutin cek kesehatan, jaga kebersihan dan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran.
