Alergi Anak Kambuh di Tengah Pandemi Corona, Kapan Harus ke Dokter?

Sebagai orang tua, Anda mungkin cemas bila alergi anak Anda kambuh. Ya Moms, alergi adalah suatu gejala yang timbul sebagai respons dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya atau dikenal sebagai alergen.
Lantas, bagaimana jika alergi anak kambuh? Perlukah langsung dibawa ke dokter? Mengingat, di tengah situasi pandemi corona seperti ini, kita juga perlu menghindari tempat-tempat keramaian, seperti rumah sakit, bila kondisinya tidak darurat.
Dokter Spesialis Anak, dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K), menjelaskan bahwa imbauan berada di rumah selama pandemi ini ternyata bisa memicu anak mengalami alergi. Pasalnya kurangnya paparan sinar matahari, adanya debu dan tungau di rumah, akan meningkatkan alergi pada anak.
"Stay at home membuat adanya peningkatan kekambuhan alergi seperti saluran napas, dermatitis atopik," ujar dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K), dalam acara webinar RS Bunda 'Menangani Alergi Anak di Rumah selama Pandemi COVID-19', Selasa (12/5).
Hal ini tentu akan membuat aktivitas si kecil terganggu bahkan dapat mengurangi keceriaannya. Meski demikian, menurut dr. Endah, sebaiknya bila alergi si kecil masih bisa ditangani di rumah, maka tunda dulu untuk pergi ke rumah sakit.
Misalnya, bila anak Anda mengalami alergi dermatitis atopik, Anda bisa mengobatinya dengan salep yang pernah diresepkan oleh dokter. Bisa juga dengan mencegah si kecil menggaruk apabila alergi di tubuhnya terasa gatal. Sedangkan jika si kecil mengalami alergi pada pernapasan seperti asma, Ada bisa menanganinya dengan penggunaan inhaler, dan sebagainya.
Lalu, bagaimana bila alergi tidak kunjung membaik?
Dokter yang praktik di RS Bunda, Menteng, Jakarta, itu menyarankan, untuk segera kontrol ke dokter. Apalagi bila alergi itu sudah mengganggu waktu tidurnya.
“Kalau sudah mengganggu anak nggak bisa tidur, garuk-garuk, anaknya mampet terus mulutnya terbuka nggak bisa tidur mungkin kita harus kontrol ke dokter," ujarnya.
Anda juga perlu membawa anak Anda ke rumah sakit, apabila ia mengalami kegawatan pada alergi yang ditimbulkan. Misalnya alergi makanan berat, dengan gejala seluruh tubuh bentol hingga sesak napas.
"Seperti alergi makanan berat. Contohnya adalah anafilaksis. Ini adalah bentuk gejala sistemik jadi artinya kena ke berbagai organ biasanya gejalanya bentuk bentol bengkak yang disertai muntah atau sakit perut, bisa batuk atau sesak, atau pingsan," jelas dr. Endah.
Ya, Ada perlu membawa si kecil ke Instalasi Gawat Darurat, bila alergi yang ditimbulkan dibarengi bentol dengan muntah, bentol dengan sakit perut, bentol dengan demam, atau keadaan yang lebih gawat lainnya.
"Jadi ini ke IGD ya bukan antrean dokter atau klinik," pungkasnya.
******
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
