Amankah Bayi Baru Lahir Gunakan Popok Sekali Pakai?
ยทwaktu baca 2 menit

Bayi baru lahir hingga mencapai usia anak-anak, belum mampu mengendalikan buang air kecil dan besar. Kondisi itu bisa jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Sehingga tak sedikit orang tua yang memakaikan popok sekali pakai untuk bayinya yang baru lahir. Namun apakah hal itu aman?
Moms, bayi baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif. Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak terlalu merekomendasikan pengunaan popok sekali pakai pada bayi baru lahir.
IDAI menyebut ruam merupakan salah satu risiko penggunaan popok siap pakai. Ruam bisa disebabkan banyak faktor. Mulai dari kulit bayi yang sensitif, hingga bahan kimia yang terkandung di dalam popok.
Selain itu, infeksi jamur dan pemakaian popok yang terlalu ketat juga bisa menjadi salah satu penyebab bayi baru lahir mengalami ruam kulit. Itulah sebabnya, bayi baru lahir sebaiknya menggunakan popok kain.
Meski IDAI sudah menyebut sebaiknya menggunakan popok kain untuk bayi baru lahir, namun orang tua masih banyak yang memilih memakai popok sekali pakai (pospak).
Dikutip dari Mom Junction, popok sekali pakai bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bayi baru lahir asalkan orang tua memperhatikan beberapa hal. Apa saja?
1. Perhatikan kulit bayi Anda saat mengganti popok untuk memeriksa apakah ada ruam atau tidak. Beberapa anak kecil memiliki kulit yang lebih sensitif daripada yang lain.
2. Popok sekali pakai yang menyerap lebih banyak cairan, sebaiknya digunakan pada malam hari. Sebab, proses mengganti popok sekali pakai bisa mengganggu kenyamanan tidur bayi.
Sehingga lebih baik memberi si kecil popok sekali pakai dengan daya serap tinggi pada malam hari. Dengan harapan Anda tak perlu menggantinya sepanjang malam.
3. Penting untuk mengganti popok setiap dua hingga tiga jam. Menjaga bayi lebih lama dari periode ini dengan popok bekas dapat menyebabkan infeksi atau ruam.
4. Saat bayi buang air besar, maka popok harus segera diganti untuk menjaga kebersihan.
