Kumparan Logo

Amankah Ibu Hamil Lakukan Tes DNA?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil tes DNA lewat swab pipi. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil tes DNA lewat swab pipi. Foto: Andrey_Popov/Shutterstock

Tes DNA merupakan salah satu metode tes untuk mengetahui genetik seseorang. Biasanya, tes ini dilakukan untuk mengetahui hubungan biologis orang tua atau asal usul keluarganya sendiri.

Dikutip dari Very Well Family, terkadang beberapa perawatan di rumah sakit juga perlu melakukan tes DNA untuk mengetahui kondisi kesehatan atau penyakit tertentu. Lantas jika tes DNA dilakukan pada ibu hamil apakah aman bagi janin?

Penjelasan soal Tes DNA pada Ibu Hamil

Ilustrasi tes DNA. Foto: Cryptographer/Shutterstock

Tes DNA bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui darah atau air liur. Oleh karena itu, menurut dokter kandungan di Ohio, Kim Langdon, MD, tes DNA sangat aman dilakukan oleh ibu hamil karena tidak berbahaya untuk janin di dalam kandungan. Tes DNA yang dilakukan saat hamil justru bermanfaat karena bisa memberikan informasi apakah terdapat risiko melahirkan prematur atau cacat lahir pada bayi.

“Tes DNA tidak berpengaruh pada bayi yang sedang berkembang. Ini hanya usap pipi untuk mengambil air liur atau memberikan sampel darah,” katanya, masih mengutip Very Well Family.

Tes DNA juga bermanfaat untuk perkembangan dan kesehatan anak di kemudian hari. Misalnya, jika hasil tes DNA menunjukkan adanya risiko terkena tumor, maka Anda dapat menentukan langkah-langkah untuk mencegah agar tak diturunkan ke anak, salah satunya rajin mengkonsumsi makanan tinggi serat, protein, dan vitamin sejak dini.

Tes DNA ibu hamil lewat darah. Foto: Thinkstock

Selain itu, tes DNA juga bisa dilakukan dengan cara amniosentesis atau mengambil sampel cairan ketuban melalui jarum yang dimasukkan ke dalam perut ibu hamil. Ya Moms, jenis tes DNA ini dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom, cacat tabung saraf, dan kelainan genetik lainnya dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen.

Meski demikian, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu ya, Moms. Sebab, hanya dokter yang dapat memberikan penjelasan terkait risiko, efek samping, atau jenis tindakan yang tepat untuk dilakukan.

kumparan post embed