Kumparan Logo

Anak 2 Tahun Minta Naik Mobil Damkar Sebelum Disunat, Ini Penjelasan Psikolog

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bocah hendak disunat ingin diantar pemadam kebakaran. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bocah hendak disunat ingin diantar pemadam kebakaran. Foto: Dok. Istimewa

Seorang anak berusia 2 tahun di Karawang punya permintaan unik sebelum menjalani sunat. Ia baru bersedia disunat jika diantar menggunakan mobil pemadam kebakaran (Damkar) ke klinik.

Kisah tersebut diceritakan Komandan Regu Damkar Karawang, Nanang. Ia mengatakan, awalnya sang anak menolak ketika akan disunat. Namun, anak tersebut kemudian menyampaikan syarat agar mau menjalani sunat.

“Awalnya si anak itu enggak mau disunat. Tapi dengan syarat katanya, boleh disunat, tapi harus diantar naik mobil Damkar,” ujar Nanang, Jumat (25/9).

Bocah hendak disunat ingin diantar pemadam kebakaran. Foto: Dok. Istimewa

Keinginan tersebut kemudian disampaikan oleh Sendi, orang tua sang anak, kepada petugas Damkar. Permintaan itu pun direspons positif sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Alasan Anak Suka Meminta Syarat

Psikolog Klinis Senior, Ratih Ibrahim, mengatakan kebiasaan anak meminta syarat tertentu sebelum melakukan sesuatu tidak hanya terjadi dalam situasi seperti akan disunat. Menurutnya, anak belajar dari pola yang diterapkan oleh orang tua.

Orang tua, misalnya, kerap memberikan iming-iming berupa hadiah agar anak mau melakukan sesuatu. Pola tersebut kemudian dapat terekam dalam benak anak dan membuatnya belajar mengenai pola transaksi yang serupa.

Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: Thinkstock

Di sisi lain, anak juga bisa meminta syarat karena sedang berusaha mendapatkan rasa aman dan kendali atas situasi yang dianggap tidak nyaman. Menurut Ratih, hal tersebut dapat menjadi salah satu cara anak untuk bernegosiasi.

“Sebaiknya kita jangan cepat-cepat menyimpulkan ‘Ah, anaknya manja nih’, atau ‘Kecil-kecil kok manipulatif’. Bisa jadi itu merupakan cara anak mengelola kecemasan dan membangun keberanian,” ucap Ratih kepada kumparanMOM, Rabu (30/9).

Boleh Memenuhi Permintaan Anak

Jika anak takut disunat dan meminta sesuatu agar lebih berani, Ratih mengatakan orang tua boleh memenuhi permintaan tersebut selama masih wajar.

Ilustrasi ayah dan anak. Foto: Shutterstock

Namun, pemberian tersebut sebaiknya diposisikan sebagai bentuk dukungan, bukan sebagai “suap” agar anak mau menurut.

Hal yang lebih penting adalah membantu anak memahami bahwa rasa takut merupakan hal yang wajar dan tetap bisa dihadapi. Jangan sampai anak justru belajar bahwa dirinya hanya mau melakukan sesuatu jika mendapatkan hadiah.

Bantu Anak Memahami Proses Sunat

ilustrasi sunat. Foto: otello-stpdc/shutterstock

Untuk mengurangi rasa takut anak sebelum sunat, orang tua disarankan menjelaskan proses yang akan dijalani dengan jujur, menggunakan bahasa yang sesuai dengan usia dan mudah dipahami anak.

Ayah juga bisa berbagi pengalaman ketika dirinya dulu disunat. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan gambaran sekaligus merasa lebih siap menghadapi pengalaman tersebut.

kumparan post embed