Anak Didiagnosis Stunting, Apakah Pertumbuhannya Masih Bisa Diperbaiki?
ยทwaktu baca 3 menit

Viral sebuah video di media sosial TikTok yang menceritakan kisah seorang anak didiagnosis stunting. Cerita itu dibagikan oleh akun @alifatun.24 dan mendapat beragam respons dari warganet.
Pemilik akun mengawali cerita dengan kecurigaan tentang tinggi badan si anak. Ia menyebut tinggi badan sang buah hati lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
"Di sini ibun sudah curiga Kayra stunting. Tapi masih ovt (overthinking) karena Kayra yang sehat dan aktif. Di sisi lain lihat dari makannya Kayra yang susah juga. Beberapa bulan GTM tapi ibu masih diam aja," tulis akun @alifatun.24.
Kayra juga sempat dilarikan ke rumah sakit karena demam 40 derajat Celcius. Bahkan saat itu, ia juga mengalami muntah dan diare. Kemudian setelah tiga hari kondisinya membaik.
"Kemudian ini tanggal 14 September di posyandu TB Kay 70 cm, sudah di bawah garis merah," ujar si pemilik akun.
Menanggapi cerita itu, Dokter Spesialis Anak, Aisya Fikritama, Sp. A, mengatakan, pengobatan stunting harus disesuaikan dengan mengetahui penyebabnya. Di sisi lain, tumbuh kembang anak yang stunting masih bisa dikoreksi selama belum berusia 2 tahun.
Ya Moms, bila belum berusia 2 tahun, stunting belum terlambat untuk ditangani sebab si kecil masih menjalani 1000 hari pertama kehidupan. Pada periode ini, tumbuh kembang anak masih dapat dikejar.
Dokter Aisya menyebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan apabila si kecil divonis stunting. Pertama, dokter akan mengobati penyakit yang menyebabkan anak stunting.
Kemudian, si kecil bisa diberi nutrisi tambahan, seperti vitamin A, zat besi, zinc dan yodium. Dokter Aisya menyarankan agar mengajarkan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Itu tadi kalau memang sudah terjadi stunting. Jadi memang ini harus dikonsultasikan ke dokter. Karena yang namanya stunting ada penyebab yang mendasarinya, entah itu suatu penyakit, atau mungkin memang hanya praktik pemberian makan yang kurang tepat," ujar Dokter Aisya saat dihubungi kumparanMOM.
Lantas, bagaimana cara mencegah terjadi stunting pada anak?
Dokter Aisya mengatakan, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah stunting. Pertama, memastikan konsumsi nutrisi seimbang sejak masa kehamilan, bahkan sebaiknya dilakukan sejak sebelum program hamil. Kedua, memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi 6 bulan dan ketiga memberikan imunisasi lengkap untuk anak.
"Usahakan anak mendapatkan imunisasi yang lengkap. Karena dengan imunisasi lengkap, anak itu menjadi tak mudah sakit. Kalau sakit makan jadi terganggu, nutrisi terganggu, jadinya gizi kurang. Kalau kurang gizi jangka panjang jadinya stunting," ujar Dokter Aisya.
Jadi, jangan sepelekan isi piring anak serta bekali diri dengan informasi makanan bergizi yang baik untuk tumbuh kembang si kecil ya, Moms.
