Tips Bentuk Kebiasaan Makan yang Baik untuk Cegah Stunting
·waktu baca 3 menit

Moms, Hari Keluarga Nasional 2023 diperingati pada tanggal 29 Juni dengan tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju.” Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi ibu dan ayah untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga terutama anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang.
Apalagi, stunting masih menjadi isu kesehatan global yang menyerang banyak anak di dunia. Kondisi ini terjadi karena anak kekurangan zat gizi kronis dan atau infeksi berulang yang membuat tumbuh kembangnya terhambat.
Nestle DANCOW FortiGro menjadi salah satu pihak yang berkomitmen untuk mendukung pencegahan stunting pada anak. Lewat acara seminar gizi bagi komunitas ibu di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa (4/7) Nestle DANCOW FortiGro membagikan tips untuk membentuk kebiasaan makan yang baik sejak dini sebagai cara pencegahan stunting pada si kecil.
Tips Membentuk Kebiasaan Makan yang Baik untuk Cegah Stunting
Menurut Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Ali Khomsan, stunting pada anak lebih banyak disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk pola asuh, di antaranya pemberian asupan makanan yang tidak tepat. Padahal, ada banyak bahan pangan lokal yang menawarkan nutrisi tinggi sehingga baik untuk tumbuh kembang anak.
“Ayam, ikan, daging, hati, telur, dan susu termasuk susu terfortifikasi, merupakan ragam protein hewani. Ingat untuk konsumsi 3 porsi sumber protein hewani sehari untuk bantu penuhi kebutuhan gizi harian,” ujar Prof. Ali.
Berikut ini kebiasaan baik yang bisa dibentuk saat anak makan sebagai bentuk pencegahan stunting sejak dini:
Panduan Isi Piringku
Menyiapkan porsi makan sesuai dengan panduan isi piringku, yaitu ⅓ dari porsi makan orang dewasa dengan menu gizi seimbang. Ukuran lambung yang dimiliki anak-anak lebih kecil dari orang dewasa, sehingga orang tua perlu mengetahui kapasitas tampung lambung si kecil.
“Penyajian porsi makan yang sesuai dengan kapasitas lambung anak dapat mencegahnya terlalu kenyang atau kelebihan makan, namun apabila porsi makan terlalu besar dapat membuatnya sulit mencerna makanan dengan baik,” kata Prof Ali.
Ajak Memilih Makanan
Mengajak anak untuk memilih jenis makanan yang disukainya akan meningkatkan seleranya, Moms. Jangan lupa bantu jelaskan juga kandungan gizi dan manfaatnya untuk kesehatan si kecil.
Waktu Makan
Menawarkan makanan secukupnya pada waktu yang tepat, artinya orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk memperhatikan sinyal tubuh yang dimiliki dan mengembangkan kepekaannya terhadap rasa lapar dan kenyang.
Makan Bersama
Selain dapat memenuhi kebutuhan gizi anak, orang tua juga bisa langsung mengawasi dan memahami preferensi anak soal makanan saat di meja makan. Ibu juga bisa minta pendapat si kecil soal makanan yang sedang dikonsumsi dan ide menu selanjutnya.
Hindari Gadget
Sangat penting bagi orang tua untuk mencegah adanya distraksi pada waktu makan anak. Misalnya saja keberadaan TV, gadget, dan mainan yang bisa membuat fokus anak beralih dari makanan. Distraksi tersebut dapat bisa berdampak pada kurangnya kepekaan anak terhadap isyarat lapar dan kenyang dari tubuhnya.
Protein Hewani
Protein hewani menjadi salah satu bahan penting dalam menu makanan anak sehari-hari. Oleh karenanya, memilih sumber protein hewani perlu dilakukan dengan cermat. Misalnya, pilih ayam yang dagingnya segar, berwarna putih tidak kebiruan, dan kenyal.
