Anak Kembar Bertengkar, Bagaimana Mengatasinya?
ยทwaktu baca 2 menit

Hubungan anak kembar selain membawa keberkahan dan banyak kasih sayang, ternyata bisa jadi rumit ketika mereka sedang bertengkar. Meski sering terlihat kompak, tak jarang momen-momen pertikaian, ketidaksepakatan, hingga tidak mau saling mengalah, terjadi karena merasa dirinya masing-masing 'setara'.
Very Well Family melansir, seringkali pertikaian anak kembar sudah terjadi sejak masa-masa balita. Saat mereka belum memiliki keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan perasaan dan keinginannya, yang terjadi justru menyerang saudaranya secara fisik. Seperti mulai menggigit atau menarik rambut pasangannya.
Meskipun Anda menyayangi anak kembar sama ratanya, namun perlu dipahami hidup tidak akan selalu memperlakukan mereka secara setara, Moms. Anak-anak perlu memahami ke depannya akan ada situasi ketika salah satu menerima keuntungan dan saudara lainnya justru sebaliknya.
Cara Menangani Perkelahian Anak Kembar
Orang tua memerlukan strategi-strategi khusus untuk meredakan pertengkaran anak kembar, antara lain:
1. Berusaha Tetap Netral
Hindari kesan pilih kasih kepada salah satu anak kembar. Anda harus sabar dan menanyakan satu per satu anak mengapa mereka bertengkar. Jangan langsung menyalahkan salah satu kembar agar tidak menimbulkan kecemburuan.
2. Validasi Perasaan
Bantu anak kembar untuk mencari tahu perasaan yang dirasakan, lalu seperti apa solusi dan perilaku yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan mereka. Tidak perlu menyalahkan secara individu, tapi bagaimana mengevaluasi perilaku buruk untuk mencegah pertengkaran serupa terjadi lagi.
Misalnya, "Apakah kamu cemburu karena saudaramu sedang memakai mainan yang kamu suka? Enggak apa-apa kalau tidak suka mainannya diambil. Tapi sebagai gantinya, bisakah kamu bertanya padanya apakah dia akan membagikan mainan itu ketika sudah selesai bermain?"
3. Dorong Selesaikan Pertengkaran Sendiri
Dikutip dari The Bump, ada kalanya Anda tidak perlu langsung turun tangan untuk mengatasi pertengkaran mereka. Biarkan anak menjelaskan mengapa dia marah atau kesal dengan saudara kembarnya. Lalu dorong mereka untuk mendengar satu sama lain, dan berikan pujian ketika si kecil dengan berani mau membicarakan masalahnya lalu minta maaf.
4. Ciptakan Suasana yang Terbuka
Orang tua perlu menciptakan suasana yang aman dan nyaman untuk masing-masing anak saling bercerita, berkeluh kesah, dan menanggapinya secara adil. Dengan begitu, akan terbentuk perasaan saling menghormati, memuji ketika berbuat baik, dan mendisiplinkan dengan konsekuensi tertentu apabila ada peraturan yang dilanggar.
5. Tetapkan Batas
Anak kembar bukan berarti mereka harus selalu bersama. Terkadang, mereka perlu diberi waktu dan ruang masing-masing sebagai privasi. Kalau perlu, atur jadwal bermain terpisah kapan mereka boleh bermain mainan tertentu atau menonton kartun favorit masing-masing.
