Anak Masih Mengompol? Ini Tips Bagi Orang Tua untuk Menghadapinya!

17 September 2023 10:13
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Mengompol. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Siapa yang anaknya masih mengompol? Anak-anak khususnya di bawah lima tahun adalah hal normal kok, Moms! Sebab, si kecil belum sepenuhnya terbiasa untuk buang air ke toilet. Ia juga masih dalam tahap belajar mengendalikan keinginan buang air saat tidur.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, perlu dipahami bahwa menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengompol --atau bahasa medisnya nokturnal enuresis-- dikatakan tidak wajar bila anak sudah di atas lima tahun.
Bila anak di usia tersebut masih mengompol, jangan langsung dimarahi, Moms. Sebab, menghukum atau memarahi anak karena mengompol tidak akan membantu anak untuk sembuh dari kebiasaan tersebut. Justru, hal tersebut malah membuat proses belajar mengendalikan keinginan buang air jadi semakin lama.

Jadi, Apa Yang Bisa Dilakukan Orang Tua saat Anak Masih Mengompol?

Ilustrasi anak mengompol. Foto: wk1003mike/Shutterstock
1. Jangan Menyalahkan
Saat melihat kasur basah karena anak ngompol, jangan marah dan menyalahkan si kecil atas apa yang terjadi. Dikutip dari WebMD, anak juga mungkin merasa tidak enak dan tidak melakukannya dengan sengaja.
ADVERTISEMENT
Ingat, mengompol terkadang bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan anak-anak. Jadi, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memberi pujian saat anak berhasil mengendalikan keinginannya untuk buang air. Misalnya, "Wah, adik hebat sudah bangun sendiri di malam hari untuk pipis di toilet!".
2. Beri Perspektif
Ungkapkan bahwa mengompol dialami oleh jutaan anak di dunia, bahkan ada yang usianya lebih tua masih mengalaminya. Katakan, "Kamu tidak sendiri kok, nak. Kita bisa coba bersama-sama dan katakan saat kamu ingin pipis, ya!".
Sehingga, anak akan melihat bahwa ayah atau ibu mereka akan membantu mereka mengatasi masalah ngompol ini. Jika di rumah ada anak yang lebih besar, minta ia membagikan pengalamannya saat belajar tidak lagi mengompol.
ADVERTISEMENT
Bila perlu, Anda bisa mengonsultasikan kepada dokter bila kebingungan saat anak masih mengompol. Dokter nantinya akan mengevaluasi dan mencari tahu penyebab anak masih mengompol, dan dicarikan solusinya bersama.
3. Sering Ajak ke Kamar Mandi
Anak laki-laki sedang toilet training Foto: Shutterstock
Nah Moms, yang tidak kalah penting adalah rutin mengajak anak untuk sekadar "Kamu mau pipis nggak? Kalau mulai sakit perut kabari ibu, ya. Nanti ibu temani ke kamar mandi."
Rutin mengajak ke kamar mandi juga dapat dilakukan sebelum tidur untuk membantu mengosongkan kandung kemih mereka. Jika di malam hari Anda terbangun, cobalah sesekali membangunkan anak untuk pergi ke kamar mandi sebentar. Meski tidak sepenuhnya mencegah anak mengompol, tetapi setidaknya dapat mengurangi urine yang keluar.
4. Buat Alarm
ADVERTISEMENT
Beberapa anak masih mengompol karena tubuhnya belum sepenuhnya bisa jadi alarm ketika kandung kemihnya sudah penuh. Makanya, orang tua bisa membantu anak dengan membuat jadwal ke toilet, atau mengidentifikasi waktu-waktu mereka sering pipis atau mengompol.
Seiring berjalannya waktu, alarm tersebut akan melatih tubuhnya untuk memahami bahwa kandung kemihnya sudah penuh. Dan bukan tidak mungkin juga membantu mereka bisa bangun sendiri di malam hari untuk pipis.
5. Ubah Waktu Anak Minum
Anak masih banyak minum di malam hari sebelum tidur? Mungkin, Anda bisa menggeser waktu minum lebih banyak dari pagi sampai sore hari. Dan mintalah anak untuk mengurangi minum sebelum tidur. Sehingga, tidak akan ada terlalu banyak cairan di sistem tubuh mereka saat waktu tidur.
ADVERTISEMENT
6. Hindari Minuman Berkafein
Hindari juga minuman yang mengandung kafein, misalnya soda atau teh ya, Moms! Sebab, kafein dapat membuat tubuh mempercepat proses buang air kecil.
7. Siapkan Alas
Untuk mengantisipasi anak mengompol membasahi kasur saat ia masih belajar toilet training, tak ada salahnya untuk melapisi kasurnya dengan alas tahan air. Sehingga, Anda tidak perlu terus-menerus mengganti seprai.