Anak Mudah Lupa dan Sulit Fokus? Bisa Jadi Tanda Kekurangan Nutrisi!
·waktu baca 2 menit

Pernahkah si kecil sering lupa, sulit fokus, atau terlihat cepat lelah saat belajar, Moms? Jangan langsung dianggap malas, ya. Temuan dari Indonesia Health Development Center (IHDC) menunjukkan, kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah gizi seperti anemia dan stunting.
Studi tersebut menemukan sekitar 1 dari 5 anak usia sekolah di Indonesia mengalami anemia. Kondisi ini ternyata berpengaruh pada working memory, yaitu kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi dalam waktu singkat. Padahal, kemampuan ini penting banget untuk memahami pelajaran, mengikuti instruksi, hingga menyelesaikan tugas.
Risiko Anak dengan Anemia dan Stunting pada Working Memory Anak
Anak dengan anemia diketahui memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi mengalami kesulitan memproses informasi. Sementara pada anak stunting, risikonya bahkan bisa meningkat hingga tiga kali lipat.
“Data menunjukkan bahwa sekitar 20% anak di Indonesia mengalami anemia. Artinya, 1 dari 5 anak usia sekolah berpotensi mengalami gangguan kemampuan belajar akibat kondisi ini,” jelas Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, beberapa waktu lalu.
Selain itu, Executive Director IHDC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, juga menyampaikan bahwa anak yang sudah mengalami anemia, stunting, dan defisiensi zat besi lebih rentang terkena kesehatan mental.
"Anak-anak dengan diagnosa anemia, stunting, dan defisiensi zat besi lebih rentang terkena anxious keehatan mental, hal ini juga bisa mengganggu produktivitas anak," jelas dr. Ray.
Tapi, kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah sejak dini lewat pemenuhan gizi yang tepat, Moms. Orang tua punya peran besar untuk menjaga agar working memory anak tetap optimal.
Anda bisa memulainya dari hal sederhana, seperti memastikan anak mendapatkan asupan zat besi dan protein yang cukup setiap hari. Beberapa sumber makanan yang bisa diandalkan antara lain
1. Telur
2. Ikan
3. Daging
4. Susu
5. Tahu dan tempe
"Jangan lupa lengkapi dengan sayur dan buah, terutama yang kaya vitamin C agar penyerapan zat besi lebih maksimal," pesan President of Indonesian Nutrition Association, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K).
Selain itu, biasakan anak juga makan teratur dan tidak melewatkan sarapan. Sebab, asupan energi di pagi hari penting untuk membantu konsentrasi anak selama belajar di sekolah.
Lingkungan juga berpengaruh lho, Moms! Dukungan dari keluarga dan sekolah dalam membiasakan pola makan sehat bisa membantu mencegah masalah gizi sejak dini.
Jadi, kalau anak mulai terlihat sulit fokus atau mudah lupa, coba cek lagi pola makannya. Bisa jadi, bukan soal kemauan, tapi kebutuhan gizinya yang belum terpenuhi.
