Anak Perlu Banyak Vitamin dan Suplemen? Dokter: Tidak Selalu

Memberikan yang terbaik untuk anak tentu menjadi keinginan banyak orang tua. Tak heran, ketika melihat berbagai produk vitamin dan suplemen yang diklaim baik untuk kesehatan anak, rasanya ingin memberikan semuanya. Mulai dari probiotik, prebiotik, vitamin A, B, C, zinc, hingga zat besi. Namun, apakah anak memang perlu mendapatkan semua suplemen tersebut?
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), mengatakan bahwa memberikan lebih banyak vitamin dan suplemen tidak selalu berarti lebih baik. Yang terpenting adalah memastikan nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak.
“Keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik itu saya kira sangat, sangat mulia. Tetapi kalau kita lihat ya, tidak selalu lebih banyak itu lebih baik. Tidak selalu lebih lengkap itu lebih baik. Yang perlu kita berikan adalah apa yang dibutuhkan,” ujar dr. Andy dalam acara launching Gut and Immunity Council di Penang Bistro Gatot Subroto, Rabu (9/9).
Tidak Semua Anak Membutuhkan Suplemen yang Sama
Kebutuhan nutrisi setiap anak bisa berbeda. Anak yang mendapatkan asupan nutrisi cukup dari makanan belum tentu membutuhkan tambahan vitamin atau mineral tertentu.
Dr. Andy mencontohkan zat besi. Anak yang kebutuhan zat besinya sudah tercukupi dari makanan, seperti daging dan hati ayam, belum tentu memerlukan tambahan suplemen.
Suplemen tetap dapat diberikan ketika anak mengalami kekurangan nutrisi atau memiliki kondisi tertentu yang membuatnya membutuhkan tambahan. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebagian besar anak sehat dengan pola makan beragam umumnya mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan.
Zinc Tidak Harus Diberikan Rutin
Hal serupa berlaku untuk zinc. Pemberiannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak, bukan sekadar karena zinc dianggap baik untuk kesehatan atau daya tahan tubuh.
“Zinc misalnya. Kalau dia tercukupi dengan makanan-makanan yang mengandung cukup banyak zinc, ya nggak perlu kita kasih. Cukup udah. Kecuali dia sakit, lagi diare, dan sebagainya, kita perlu untuk sekadar mem-balance supaya setelah sakit dia tidak kekurangan. Jadi kita perlu dalam jumlah tertentu, tapi nggak perlu berlebihan,” jelas dr. Andy.
WHO sendiri merekomendasikan zinc sebagai bagian dari penanganan anak dengan diare akut. Jadi, kebutuhan suplementasi memang dapat berbeda tergantung kondisi anak.
Kebanyakan Suplemen Bisa Bikin Anak Tidak Nyaman
Pemberian suplemen dalam jumlah berlebihan juga dapat menimbulkan masalah. Dr. Andy mengatakan, ia beberapa kali menemukan pasien anak yang mengalami mual setelah mendapatkan zinc dan zat besi dalam jumlah banyak. Rasa mual tersebut kemudian membuat anak enggan makan. Karena itu, banyaknya jenis suplemen bukan menjadi ukuran bahwa kebutuhan nutrisi anak semakin baik.
Pada akhirnya, memberikan yang terbaik untuk anak bukan berarti memberikan sebanyak-banyaknya. Prinsipnya adalah memenuhi apa yang memang dibutuhkan anak, bukan mengikuti anggapan bahwa semakin banyak vitamin dan suplemen akan semakin sehat.
