Kumparan Logo

Anak Punya Kebiasaan Meludah? Atasi dengan Cara Ini, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak korban pedofilia Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak korban pedofilia Foto: Shutterstock

Moms, kebiasaan meludah pada anak jadi perilaku kurang baik apabila sering dilakukan di waktu yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting untuk menghentikan kebiasaan tersebut, terlebih saat sedang diajak bicara maupun sedang di depan orang lain.

Dikutip dari Verywell Family, pakar menyebut anak-anak kadang menganggap meludah adalah hal yang menyenangkan. Sementara bagi balita, meludah adalah cara yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian.

Kebiasaan itu juga jadi tanya anak marah, atau menunjukkan rasa kesalnya karena belum mampu mengungkapkan perasaan frustrasinya melalui kata-kata.

Lantas, Bagaimana Menanggapi Kebiasaan Meludah pada Anak?

Hampir semua anak pernah meludah. Respons Anda saat melihat mereka meludah sangat berpengaruh pada kebiasaan tersebut. Berikut cara yang bisa dicoba untuk menghentikan kebiasaan meludah pada si kecil.

Ilustrasi anak berbicara dengan ibu. Foto: sattahipbeach/Shutterstock

1. Tetap Tenang

Biasanya orang tua akan kehilangan kesabaran kalau melihat anak meludah karena sedang kesal. Padahal, seharusnya Anda tetap tenang dan kendalikan emosi. Memberi contoh bagaimana menangani emosi di depan anak adalah hal yang penting. Harapannya dengan contoh tersebut, anak-anak akan belajar untuk mengendalikan emosi dan tak lagi meludah saat kesal.

2. Jelaskan Bahwa Meludah Tak Baik

Hindari keinginan untuk memberikan ceramah panjang lebar atau memarahi anak tanpa henti. Cukup ingatkan dengan kalimat sederhana bahwa “meludah itu kotor” atau “meludah di depan orang lain tidak baik”, rasanya bisa jadi cara yang lebih efektif.

3. Minta Anak Membersihkannya

Apabila mereka meludah di sembarang tempat, daripada Anda memarahinya lebih baik meminta mereka untuk membersihkan ludah tersebut. Jika anak meludah di lantai, berikan mereka bahan pembersih agar dapat membersihkannya.

Ilustrasi ibu dan anak. Foto: Shutterstock

4. Tenangkan Anak Anda

Istirahat atau membawa anak ke tempat tenang saat mereka marah adalah hal yang tepat. Hal ini dapat membantu mereka belajar bagaimana menenangkan diri saat sedang kesal. Sehingga mereka bisa menahan diri agar tidak meludah demi meluapkan emosi.

5. Ajarkan Konsep Ganti Rugi

Konsep ganti rugi ini bisa Anda terapkan saat mereka meludahi orang lain atau benda milik orang lain. Ganti rugi bukan hanya soal mengganti dengan uang, namun Anda bisa meminta mereka meminjamkan mainan favoritnya kepada teman yang diludahi untuk hari itu.

Anda juga bisa meminta mereka membantu pekerjaan rumah karena telah meludahi orang lain. Melakukan sesuatu yang baik untuk teman yang diludahi dapat membantu mereka menebus kesalahannya. Dan yang terpenting, jangan lupa pastikan anak minta maaf akibat perbuatannya.

Ilustrasi ibu dan anak bersedih. Foto: 9nong/Shutterstock

6. Ajari Cara Manajemen Emosi

Luangkan waktu untuk mengajari anak Anda alternatif selain meludah. Tunjukkan pada mereka cara menggunakan kata-kata dan dorong mereka untuk menggunakan keterampilan manajemen amarah yang sehat. Pada akhirnya, anak akan belajar cara menangani emosi dengan cara yang dapat diterima lingkungan.

7. Sistem Hadiah

Apabila merasa meludah adalah perilaku yang sangat buruk dan sudah tak memiliki cara untuk menghentikannya, Anda bisa mencoba cara ini. Buatlah stiker atau penanda yang unik untuk poin. Setiap kali mereka dapat menahan emosi dan melakukan hal-hal baik beri mereka poin. Poin-poin yang terkumpul ini bisa ditukar dengan hadiah seperti menonton televisi, film atau bermain permainan kesukaan mereka.

kumparan post embed