Anak Sering Konsumsi Makanan Manis? Ini Dampaknya, Moms!
·waktu baca 4 menit

Baru-baru ini selebriti Tanah Air Muhammad Ibrahim alias Baim Wong membagikan kisahnya yang harus berurusan dengan rumah sakit. Ia mengunggah foto anaknya, Kiano Tiger Wong, yang tengah dirawat di rumah sakit karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis.
‘’Adik-adik jangan kebanyakan makan es krim, cokelat, sama permen ya. Nanti sakit kayak Kiano. Papahnya juga salah, suka kasih terus. Muntah sampai 9x, kata dokter kena bakteri,’’ tulis Baim Wong dalam akun Instagramnya @baimwong.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp. A mengatakan, terlalu banyak memberikan makanan manis ke anak bisa menyebabkan si kecil menjadi ketagihan dan bahkan kecanduan gula.
"Gula yang masuk ke tubuhnya bisa diartikan sebagai sesuatu yang menyenangkan ke otak. Nah, inilah yang kemudian menyebabkan anak menjadi kecanduan dan terus ingin makan makanan yang manis yang mengandung gula," ujar Dokter Aisya kepada kumparanMOM.
Anak yang terlalu sering mengkonsumsi gula akan kesulitan membatasi asupan gula. Hal itu membuat mereka menjadi mengalami sugar rush sebagai dampak makan gula berlebihan. Sugar rush dimaknai sebagai kondisi seseorang jadi terlalu aktif setelah makan gula berlebihan.
Dokter Aisya menyebut, anak usia 2 -18 tahun itu dianjurkan untuk mengonsumsi gula tidak lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh per hari. Sementara untuk anak-anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gula tambahan sama sekali.
Bahaya Kebanyakan Gula bagi Anak
dr. Aisya mengatakan, ada banyak dampak negatif dari seseorang yang kecanduan gula, salah satunya lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Mereka akan lebih mudah marah, gemetar, aktif atau banyak diam jika tidak mendapatkan gula atau makanan manis yang sesuai dengan keinginannya.
"Makan gula bisa disebut sugar rush jadi hiperaktif gitu anaknya. Nah, padahal dalam sehari batasannya 25 gram. Mungkin saja anak itu sudah mengkonsumsi lebih dari 25 gram gula, " ujar Dokter Aisya.
Makanan manis bisa menimbulkan bahaya, seperti:
-Obesitas
Karena bila anak terlalu banyak makanan manis membuat kalori dari gula memenuhi tubuh. Jadi bisa merangsang anak terus-terusan ingin makan gula. Bisa menjadi obesitas kalau tidak diimbangi oleh pengeluaran kalori yang cukup.
-Penyakit Kronis
Anak yang terlalu banyak mengonsumsi gula bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi hingga hipertensi walaupun masih usia anak-anak.
-Kerusakan Gigi
Sisa gula yang menumpuk di celah gigi si kecil akan bercampur dengan bakteri mulut. Jika tidak segera dibersihkan maka bisa menyebabkan kerusakan gigi seperti berlubang.
-Menurunkan Kecerdasan
Anak yang mengkonsumsi makanan tinggi gula cenderung memiliki kecerdasan lebih rendah dibanding dengan anak yang tidak mengkonsumsi gula. Karena konsumsi gula yang berlebih bisa menurunkan kemampuan anak untuk memahami informasi yang diucapkan serta kesulitan menyampaikan informasi melalui kata-kata yang baik.
-Mempengaruhi Perilaku
Asupan gula ini bisa memicu kenaikan gula darah secara drastis dan mengakibatkan si kecil menjadi hiperaktif.
Hiperaktif adalah kondisi ketika si kecil mengalami peningkatan gerakan, mudah teralihkan atau terdistraksi. Dokter Aisya menyebut, makanan manis-manis sangat erat di dunia anak-anak. Namun, bukan berarti orang tua tidak bisa mengurangi asupan gula si kecil, ya.
Nah, supaya terhindar dari makanan manis berlebihan, orang tua bisa mengganti makanan manis seperti permen atau cokelat dengan buah-buahan yang juga memiliki rasa manis alami.
"Selain itu buatlah camilan manis yang lebih sehat, dibuat homemade saja di rumah. Dengan begini ibu bisa mengontrol kandungan gula serta bisa menambahkan nutrisi di dalamnnya," imbuh Dokter Aisya.
Tips Agar Anak Tak Kecanduan Makanan Manis
Dokter Aisya mengatakan, hal yang bisa orang tua lakukan yakni dengan memberi contoh. Artinya, jika Anda gemar makan manis di depan si kecil, maka ia juga akan melakukan hal sama karena si kecil peniru yang baik.
Selain itu, orang tua juga dapat membatasi asupan manis si kecil.
"Anda dapat memberikan makanan manis dalam porsi kecil, mengkombinasikan makanan manis yang disukai dengan zat gizi lain. Misal mencampurkan coklat dengan pisang, " ujar Dokter Aisya.
Hal ketiga yakni mendorong untuk konsumsi buah dan sayuran. Buah mengandung gula alami yang tentu saja lebih baik daripada gula buatan. Hal ini bisa membantu untuk mencegah kecanduan makanan manis.
"Keempat jangan memberi makanan manis sebagai hadiah. Karena bisa meningkatkan risiko anak mengalami kecanduan makanan manis,” tuturnya.
Hal terakhir yakni, orang tua bisa membuat hidangan manis di rumah. Ajak anak membuat kue favoritnya sambil mengajari tentang makanan sehat dan hidangan manis yang perlu dibatasi. Dengan menjelaskan dampak buruk terlalu banyak makan manis, anak akan paham alasan makanan tersebut dibatasi, Moms.
