Kumparan Logo

Anak Sudah Pernah Kena Flu Singapura, Bisa Tertular Lagi?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock

Flu Singapura atau bahasa medisnya Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) disebabkan oleh beberapa jenis virus dari kelompok enterovirus, seperti Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV71). Gejalanya berupa demam, sariawan atau luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki anak.

Penyakit ini juga dikenal sangat mudah menular, terutama pada bayi dan balita. Nah, kalau anak sudah pernah kena flu Singapura, apakah akan kebal selamanya dan tidak akan tertular lagi?

Penjelasan Dokter soal Penularan Flu Singapura

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, anak masih sangat mungkin tertular virus flu Singapura, meski sebelumnya sudah pernah kena.

Ilustrasi Anak Kena Flu Singapura atau Penyakit Tangan, Kaki, Mulut (PTKM). Foto: Shutterstock

“Jadi kalau si kecil baru satu kali kena dari satu jenis virus, masih mungkin kena dari enterovirus yang lain,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Minggu (10/5).

Menurut dr. Aisya,Sementara risiko penularan bisa lebih tinggi ketika anak masih sering memasukkan atau menggigit benda ke mulut. Selain itu, penularan juga kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun daycare karena kontak antaranak yang cukup dekat.

Anak Gigit Kuku Foto: Shutterstock

Karena penularannya cepat, orang tua juga disarankan lebih waspada saat anak mulai menunjukkan gejala awal. Jika kondisi anak sedang sakit, sebaiknya hindari dulu aktivitas di luar rumah agar tidak menularkan virus ke anak lain.

Untuk mencegah penularan, dr. Aisya menyarankan orang tua untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Pencegahannya cuci tangan yang rutin, tidak berbagi alat makan, dan juga istirahat di rumah saat masih menular,” tutup dr. Aisya.

kumparan post embed