Anak Suka Minum Teh atau Kopi? Pahami Efek Buruk yang Bisa Terjadi!
ยทwaktu baca 4 menit

Teh dan kopi mungkin menjadi minuman yang pertama disantap oleh ayah atau ibu di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Tetapi, ada kalanya, anak ikut penasaran dengan apa yang diminum orang tuanya dan ingin mencobanya juga. Bolehkah kita memberikan minuman jenis ini?
Dikutip dari laman Healthy Children, Anda perlu memahami bahwa teh dan kopi mengandung kafein dan bahan-bahan lain yang dapat menjadi penambah energi. Bagi orang dewasa, secangkir kopi atau teh di pagi atau sore hari akan baik-baik saja. Tetapi, efek sebaliknya bisa terjadi bila sampai dikonsumsi oleh anak-anak, apalagi dalam jumlah berlebihan.
Di Amerika Serikat, kasus perawatan di unit gawat darurat AS naik hampir dua kali lipat pada kelompok siswa SMP dan SMA antara tahun 2017 dan 2023. Pada tahun 2023, Poison Centers Amerika Serikat mencatat peningkatan sebesar 24 persen anak-anak muda terhadap konsumsi minuman berenergi.
Dan kenyataannya, banyak minuman yang populer di kalangan anak-anak ternyata mengandung kafein dalam jumlah mengejutkan!
Memangnya, minuman dengan kandungan kafein berbahaya bagi si kecil?
Efek Kafein Bagi Anak-anak, Orang Tua Harus Tahu!
Kafein adalah stimulan yang meningkatkan kewaspadaan, energi, dan aktivitas otak. Kopi dan biji kakao, daun teh, buah guarana, dan kacang kola merupakan sumber alami kafein. Tetapi, kafein juga dapat diproduksi di laboratorium dan ditambahkan ke dalam makanan, minuman, dan obat-obatan.
Namun secara biologis, kafein tidak dibutuhkan oleh tubuh anak-anak. Hal ini dikarenakan tubuh dan otak anak yang sedang tumbuh lebih sensitif terhadap rangsangan kafein.
Efek samping kafein dapat meliputi:
Detak jantung cepat atau tidak teratur
Tekanan darah tinggi
Bernapas cepat
Kecemasan
Mual
Kegelisahan
Diare
Kurang tidur
Kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama lebih dari 8 jam, tergantung pada kondisi metabolisme seseorang. Ketika efek kafein menghilang, anak-anak mungkin mengalami sakit kepala, kelelahan, dan mudah tersinggung atau sensitif.
Selain itu, konsumsi kafein juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan anak. Konsumsi minuman bersoda, minuman berenergi, makanan ultra proses, dan sejenisnya yang mengandung kafein juga cenderung akan mengurangi konsumsi buah-buahan, sayur, protein rendah lemak, dan biji-bijian sehat pada anak-anak.
Tidak hanya itu, kafein pun dapat memengaruhi waktu tidur anak-anak. Misalnya, anak jadi kurang tidur, tidur kurang nyenyak, atau jadi kurang tidur dalam waktu lama. Dampaknya? Jadi dapat memengaruhi cara berpikir, suasana hati, pencernaan, dan jadi mudah sakit. Sebab, kekurangan tidur akan menyebabkan anak sulit berkonsentrasi dan mengurangi kebutuhan energi yang dibutuhkan anak-anak.
Konsumsi kafein juga harus dihindari oleh anak-anak dengan kondisi medis khusus, seperti penyakit jantung dan paru-paru yang mungkin lebih sensitif terhadap rangsangan kafein. Dan anak-anak yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga lebih rentan, karena mereka bisa mengalami masalah tidur, mudah tersinggung, dan perubahan suasana hati.
Pahami juga konsumsi terlalu banyak kafein dapat menyebabkan overdosis. Segera bawa ke dokter bila si kecil mengalami gejala:
Detak jantung cepat atau tidak teratur
Bernapas cepat
Tubuh gemetar dan tidak dapat dikendalikan (tremor)
Perasaan cemas
Tubuh tidak mampu diam (hiperaktif)
Bagaimana Menghindari Anak dari Konsumsi Kafein?
Anda mungkin sering mendengar kafein terkandung dalam minuman teh dan kopi. Tetapi, sebenarnya kafein juga berada di makanan atau minuman yang tidak Anda sadari. Beberapa di antaranya adalah:
Minuman berenergi
Soda, termasuk yang rendah gula
Cokelat hitam
Es krim
Protein bar
Permen karet
Beberapa obat-obatan, baik yang diresepkan atau yang dijual bebas
Sebenarnya, kita sangat bisa menjauhkan anak-anak dari kafein, dengan saling berdiskusi tentang pilihan makanan dan minuman yang sehat. Beberapa cara ini bisa diterapkan kepada anak:
1. Air Mineral yang Terbaik
Konsumsi air mineral merupakan pilihan yang terbaik untuk tetap terhidrasi dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Tidur yang Cukup
Kafein bukanlah pengganti waktu tidur yang kurang. Kafein memang bisa memberikan energi instan, tetapi hanya dengan tidurlah Anda dapat memulihkan tubuh dan menyegarkan pikiran.
3. Baca Label
Ajarkan anak untuk mulai membaca label makanan atau minuman yang dibeli.
4. Pahami Tubuh
Terkadang, tanpa disadari, tubuh sebenarnya bisa memberikan 'sinyal' ketika terlalu banyak mengonsumsi kafein berlebih. Salah satu yang sering muncul adalah perasaan gugup dan gelisah.
