Anak Takut Lihat Darah, Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?

9 Agustus 2022 12:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak fobia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak fobia. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Selain orang dewasa, fobia juga bisa dialami oleh anak balita. Ya Moms, tentunya hal ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi si kecil. Salah satu fobia yang bisa terjadi adalah hemofobia atau ketakutan saat melihat darah.
ADVERTISEMENT
Healthline melansir, hemofobia adalah kondisi di mana seseorang takut melihat darah. Biasanya, anak yang memiliki hemofobia akan menunjukkan gejala tertentu bila melihat darah di sekitarnya, seperti mengamuk, berlindung dekat orang tua, menangis, dan enggan untuk ditinggal.
Ilustrasi tes darah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes darah. Foto: Shutterstock
Hemofobia cukup sering dikaitkan dengan gangguan psikoneurotik lainnya, seperti agorafobia atau takut di tempat terbuka, fobia hewan, dan gangguan panik. Selain itu, beberapa faktor yang bisa memicu hemofobia pada anak misalnya, seperti faktor genetika, pola pengasuhan orang tua, dan trauma yang dimiliki anak. Hal ini biasanya diketahui saat usia 9 tahun untuk anak laki-laki, dan 7,5 tahun untuk anak perempuan.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Cara Atasi Hemofobia pada Anak

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hemofobia pada anak, yaitu:
ADVERTISEMENT
1. Terapi paparan
Terapi paparan termasuk salah satu jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi hemofobia pada anak. Ya Moms, terapi ini melibatkan visualisasi anak untuk melihat objek ketakutan dari dekat untuk mengurangi rasa takut.
Hanya saja, terapi ini memerlukan jangka waktu panjang untuk hasil yang optimal. Terapi ini juga baru bisa dilakukan saat anak menunjukkan gejala yang lebih ringan ketika melihat darah.
2. Terapi kognitif
Selain terapi paparan, terapi kognitif juga dapat mengatasi hemofobia pada anak. Terapi ini berfokus untuk mengatasi rasa takut anak.
Ilustrasi anak fobia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak fobia. Foto: Shutter Stock
3. Terapi ketegangan
Terapi ketegangan dilakukan untuk mencegah anak kehilangan kesadaran saat menghadapi rasa takut ini. Jenis terapi ini dilakukan dengan cara mengencangkan otot-otot di lengan, dada, dan kaki saat pemicu fobia atau darah muncul. Salah satu cara yang kerap dilakukan, yakni menonton video proses operasi.
ADVERTISEMENT
4. Relaksasi
Anak dengan hemofobia disarankan untuk rajin melakukan relaksasi, seperti yoga, meditasi, pijat, dan terapi musik untuk melawan rasa takut tersebut.
5. Konsumsi obat
Ada beberapa kasus anak dengan hemofobia yang memerlukan bantuan obat-obatan. Hanya saja, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyarankan perawatan ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020