Kumparan Logo

Anak Takut Potong Rambut, Kenapa Ya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak balita potong rambut. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita potong rambut. Foto: Shutter Stock

Pernah mengajak ke salon atau mencoba memotong rambut anak di rumah tapi si kecil malah takut? Hal ini lazim terjadi, Moms. Sebagian besar balita umumnya memang seperti ini.

Tapi ada juga anak balita yang tidak takut dan bisa tenang saat dipotong rambutnya. Eits, jangan iri dulu!

Lebih baik, pahami beberapa alasan umum yang membuat anak merasa takut saat hendak dipotong rambutnya.

1. Lingkungan yang Asing bagi Anak

Ilustrasi anak takut potong rambut. Foto: Shutterstock

Young Parents melansir, salon (atau peralatan untuk memotong rambut yang digunakan di rumah) mungkin terasa asing bagi anak. Dengan lingkungan atau hal asing ini, si kecil bisa jadi merasa tidak nyaman.

Ini termasuk suara bising yang tidak biasa ia dengar, orang dewasa yang saling mengobrol dengan suara yang keras, hingga aroma khas salon yang jarang ia cium sebelumnya.

kumparan post embed

2. Orang Asing

Di salon, ada petugas pencukur rambut yang asing karena tak pernah ditemui atau dilihat anak sebelumnya. Hal ini tak jarang membuat anak menangis dan menolak dipotong rambutnya.

Agar tak menangis dan mau dipotong rambutnya, coba beri pemahaman dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Kenalkan juga orang yang akan memotong rambutnya.

Misalnya katakan pada anak, "Sayang, ini namanya Ibu Nina. Dia akan membantu merapikan rambutmu supaya jadi lebih bagus." Bisa juga, pangku anak selama proses potong rambut berjalan.

3. Alat atau Barang-barang Asing

Perlengkapan cukur rambut. Foto: Shutterstock

Gunting, sisir, sikat, dan alat pencukur lainnya yang ada di salon mungkin menjadi barang yang jarang anak lihat. Sehingga, ketika rambutnya hendak dipotong, ia akan memberontak atau berusaha menolak rambutnya dipotong dengan cara apa pun.

Solusinya? Sama seperti mengenalkan anak pada orang baru, beri anak kesempatan untuk memahami apa-apa saja yang terjadi termasuk benda atau alat yang akan digunakan.

Terakhir, bicaralah dengan pencukur rambutnya. Tanyakan, apakah ia sudah terbiasa memotong rambut anak kecil atau tidak. Sebab, pencukur rambut anak kecil biasanya akan lebih sabar dan santai dalam menangani kasus seperti anak takut potong rambut.

kumparan post embed