Kumparan Logo

Anak Terlalu Banyak Konsumsi Gula, Apa Bahayanya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak makan gulali. Foto: CHAIWATPHOTOS/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak makan gulali. Foto: CHAIWATPHOTOS/Shutterstock

Makanan manis seperti permen, gulali, atau coklat biasanya menjadi camilan favorit banyak anak. Apakah si kecil juga suka, Moms?

Sebenarnya, tidak masalah jika anak mengonsumsi makanan yang mengandung gula tersebut, asal dibatasi dan tidak terlalu sering. Namun, bila si kecil sangat menyukai makanan manis dan selalu ingin mengonsumsinya dalam jumlah banyak setiap hari, maka Anda perlu waspada. Sebab, mengonsumsi banyak gula bisa menimbulkan masalah kesehatan yang mungkin juga mengganggu tumbuh kembang si kecil.

Lantas, apa bahayanya jika anak terlalu banyak konsumsi gula?

Bahaya Bila Anak Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Ilustrasi anak suka makan permen. Foto: Shutter Stock

Dokter anak Sarah Rahal, MD, menjelaskan di laman Very Well Family, konsumsi gula berlebihan pada anak umumnya dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi di kemudian hari. Asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Selain itu, ada pula risiko komplikasi seperti nyeri sendi, asam urat, dan penyakit hati berlemak karena anak kelebihan berat badan.

Dikutip dari Good Parenting Brighter Children, ahli gizi Nancy Appleton, Ph.D, menjelaskan bahwa ada beberapa dampak negatif lainnya yang akan dirasakan anak bila terlalu banyak mengonsumsi gula seperti berikut ini.

1. Menekan sistem kekebalan

Asupan gula yang berlebihan dapat menekan sistem kekebalan anak dan merusak pertahanannya terhadap penyakit menular. Artinya, si kecil akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit termasuk batuk, flu, pilek, hingga penyakit parah lainnya.

2. Membuat anak hiperaktif

Gula dapat menyebabkan peningkatan adrenalin dengan cepat pada anak yang bisa menyebabkan anak mengalami hiperaktif. Oleh karena itu, anak juga bisa mengalami kecemasan berlebihan, sulit konsentrasi dan rewel.

3. Mengganggu fungsi penglihatan

Konsumsi gula dalam jumlah banyak akan meningkatkan gula darah si kecil dan menyebabkan lensa mata membengkak yang akan mengubah kemampuannya untuk melihat. Setelah anak tidak mengonsumsi gula atau setidaknya tidak mengurangi jumlahnya, penglihatannya mungkin dapat kembali normal, Moms.

Ilustrasi anak makan es coklat. Foto: Shutter Stock

4. Menyebabkan gangguan pencernaan

Gula dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, naiknya asam lambung, hingga malabsorpsi atau gangguan penyerapan. Semua nutrisi yang dikonsumsi anak mungkin tidak akan tercerna dengan baik, sehingga si kecil tidak bisa mendapatkan manfaatnya.

5. Merusak otak

Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi makanan tinggi gula halus dan lemak jenuh dapat merusak area otak mereka, khususnya area hippocampus, yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada si kecil.

kumparan post embed