Kumparan Logo

Anak Usia Sekolah Masih Ngompol, Bagaimana Mengatasinya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak mengompol.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak mengompol. Foto: Shutterstock

Siapa yang anaknya sudah sekolah tapi masih suka mengompol?Mengompol atau dalam bahasa medis disebut enuresis adalah kondisi ketidakmampuan mengendalikan keluarnya urine dari tubuh. Sehingga buang air kecil terjadi di tempat yang tidak diinginkan. Ya Moms, mengompol masih dikatakan wajar bila dialami oleh anak balita.

Tapi, bagaimana jika anak usia sekolah masih mengompol? Apakah hal itu wajar?

Penyebab Anak Usia Sekolah Mengompol

Moms, mengompol pada anak usia sekolah bisa merusak rasa percaya dirinya. Dikutip dari Very Well Health, studi menunjukkan bahwa mengompol di malam hari atau enuresis nokturnal, dialami 2-3% anak-anak berusia 12 tahun. Kemudian, 1-3% di usia remaja akhir. Hal ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Pada orang dewasa, kandung kemih yang penuh mengirimkan peringatan ke bagian otak yang disebut talamus periventrikular. Ini adalah refleks yang tidak dimiliki oleh anak-anak yang masih sangat kecil. Itu karena, thalamus belum sepenuhnya matang sampai seorang anak mendekati usia 5 tahun.

Ilustrasi anak mengompol. Foto: wk1003mike/Shutterstock

Meski begitu, antara 15-20% anak usia 5 tahun masih mengompol. Nah Moms, bagi sebagian anak, kondisi ini mungkin bisa terus berlanjut hingga mereka menginjak usia sekolah. Ada beberapa alasan kenapa anak usia sekolah masih ngompol, yaitu:

-Genetika

Jika salah satu atau kedua orang tua masih mengompol sampai usia sekolah, bisa jadi hal itu menurun ke anak.

-Ukuran Kandung Kemih

Beberapa anak mungkin memiliki kandung kemih lebih kecil sehingga tidak dapat menampung banyak urine.

-Masalah Fungsional

Cacat pada saluran kemih dapat menyebabkan kebocoran pada malam hari.

-Gangguan Tidur

Beberapa anak usia sekolah mungkin mengalami gangguan tidur, seperti sleep apnea. Hal ini membuatnya sulit untuk bangun meskipun kandung kemihnya penuh dan thalamusnya berfungsi.

-Pola Tidur yang Tidak Biasa

Sebuah studi tahun 2023 di Nefrologi Anak melaporkan hubungan langsung antara kantuk di siang hari dan risiko mengompol.

- Stres

Penelitian menunjukkan bahwa paparan peristiwa stres di awal kehidupan meningkatkan risiko mengompol di kemudian hari.

Ilustrasi Anak Mengompol. Foto: Shutterstock

-Masalah Medis

Infeksi saluran kemih (ISK), diabetes, kandung kemih terlalu aktif (OAB) dan sembelit adalah beberapa kondisi yang berhubungan dengan enuresis nokturnal atau mengompol di malam hari.

Bagaimana Mengatasi Ngompol pada Anak Usia Sekolah?

1. Mengurangi Asupan Cairan

Batasi minuman menjelang dan setelah waktu tidur. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari.

2. Buang Air Kecil Sebelum Tidur

Anak-anak mungkin terlalu sibuk bermain sehingga lupa buang air kecil sebelum tidur. Untuk menghindari ngompol, pastikan si kecil buang air kecil dulu sebelum tidur.

3. Obat-obatan

Beberapa obat dapat membantu mengurangi jumlah urine yang diproduksi ginjal atau memungkinkan kandung kemih menahan lebih banyak urine. Untuk mendapatkan ini, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak.

4. Mengobati Sembelit

Ternyata, sembelit bisa meningkatkan risiko anak ngompol. Ya Moms, tinja yang mengeras dapat menekan kandung kemih.

5. Ajak Anak Berbicara

Anak bisa saja mengompol karena sedang menghadapi situasi baru, seperti pindah rumah atau sedang punya masalah emosional. Jika itu sebabnya, cobalah untuk ajak berbicara untuk menemukan solusinya, Moms.

kumparan post embed