Apa Dampak Penggunaan Media Sosial pada Perkembangan Anak?
ยทwaktu baca 3 menit

Di era digital seperti saat ini, banyak orang yang sudah akrab dengan kehadiran media sosial, termasuk orang tua dan anak. Ya Moms, sebagai orang tua, Anda mungkin juga punya akun media sosial.
Tanpa sadar, anak-anak pun bisa jadi sudah akrab dengan kehadiran media sosial sejak dini. Misalnya saja, karena orang tua kerap membagikan aktivitas anak atau membuat konten bersama di media sosial.
Survei Internet Matters menunjukkan, anak-anak usia 10-12 tahun, rata-rata sudah punya akun media sosial. Ya, luasnya jangkauan media sosial memang bisa berdampak banyak hal. Mulai dari lingkungan sosial, budaya dan perilaku manusia.
Nah Moms, berikut adalah beberapa dampak penggunaan media sosial untuk anak, seperti dikutip dari Mom Junction.
Dampak Positif Media Sosial untuk Anak
Media sosial dapat membantu anak untuk terhubung dengan lingkungan yang sulit dijangkau. Misalnya saja anggota keluarga atau teman yang tinggal di luar negeri.
Anak yang aktif menggunakan media sosial diyakini memiliki sudut pandang atau perspektif yang lebih baik saat menghadapi masalah.
Media sosial dapat membantu anak untuk bertukar ide, meningkatkan keterampilan dan kreativitas, serta menambah pengetahuan baru.
Keterampilan anak menggunakan teknologi merupakan salah satu bentuk dampak positif penggunaan media sosial pada anak. Ya Moms, media sosial dapat membantu anak untuk menemukan daya tariknya melalui fasilitas yang diberikan.
Media sosial pun dapat memotivasi anak untuk berkomunikasi lebih baik dan mendorong kebebasan berekspresi.
Dampak Negatif Media Sosial untuk Anak
Meski begitu, tetap awasi anak saat menggunakan media sosial, Moms. Sebab, Luasnya jangkauan media sosial dapat membuat ruang lingkup informasi anak jadi tidak terkontrol. Misalnya, anak dapat memeroleh situs-situs ilegal atau pornografi sehingga dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka.
Oleh sebab itu, orang tua tetap perlu mengawasi penggunaan media sosial anak. Selain itu, bisa juga mengaktifkan mode private atau tidak mengaktifkan kolom komentar untuk menghindari komentar-komentar negatif orang yang tidak dikenal.
Sebab, ada beberapa pengaruh media sosial yang perlu diwaspadai untuk perkembangan anak, seperti:
Anak berisiko mengalami cyberbullying. Ya, hingga saat ini, kasus bullying pada anak di media sosial masih tergolong tinggi. Akibatnya, anak akan kerap merasa terintimidasi dan berpotensi mengganggu kesehatan mentalnya.
Penggunaan media sosial terlalu sering dapat menyebabkan anak kecanduan media sosial. Anak dapat dikatakan mengalami kecanduan bila memiliki keterikatan tertentu pada hal yang dilakukan. Sehingga, anak yang kecanduan media sosial berisiko mengalami gangguan kesehatan karena kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur.
Terlalu sering menggunakan media sosial dapat memengaruhi kemampuan si kecil untuk meningkatkan hubungan interpersonal yang kuat. Di samping itu, tak sedikit anak yang kecanduan media sosial justru dikhawatirkan jadi kurang peka dengan lingkungan sekitar.
